Pertamina Buka Data, Cadangan Kuota BBM Bersubsidi Trenggalek Masih Besar

Realisasi penyaluran Biosolar dan Pertalite di Trenggalek hingga Mei 2026 masih di bawah 50 persen dari kuota tahunan yang ditetapkan.

Pertamina Buka Data, Cadangan Kuota BBM Bersubsidi Trenggalek Masih Besar

Kuota BBM Bersubsidi di Trenggalek masih aman. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Realisasi Biosolar di Trenggalek baru mencapai 9.400 KL dari kuota tahunan 22.069 KL.
  • Penyaluran Pertalite tercatat 15.400 KL dari total kuota 38.024 KL.
  • Pertamina memastikan stok BBM bersubsidi di Trenggalek dan wilayah Kediri Raya masih aman.

TRENGGGALEK - Kekhawatiran soal pasokan BBM bersubsidi di Trenggalek tampaknya belum perlu muncul dalam waktu dekat. Memasuki pertengahan tahun 2026, realisasi penyaluran Biosolar dan Pertalite masih berada jauh di bawah kuota tahunan yang telah disiapkan.

Data Pertamina menunjukkan penyaluran kedua jenis BBM bersubsidi tersebut belum mencapai separuh dari alokasi yang diberikan untuk Kabupaten Trenggalek sepanjang tahun ini.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan kondisi stok maupun distribusi BBM bersubsidi di wilayah Trenggalek saat ini masih terkendali.

Advertisement

"Biosolar kuota yang telah ditentukan sebanyak 22.069 KL dengan realisasi 9.400 KL," ujar Ahad saat dikonfirmasi.

Angka tersebut menunjukkan penyaluran Biosolar hingga Mei 2026 baru sekitar 42 persen dari total kuota tahunan yang disediakan.

Sementara untuk Pertalite, kuota yang dialokasikan bagi Kabupaten Trenggalek mencapai 38.024 kiloliter. Hingga akhir Mei, realisasinya tercatat sebanyak 15.400 kiloliter atau masih berada di bawah 50 persen dari pagu yang tersedia.

"Untuk Pertalite kuota 38.024 KL dan realisasi sebanyak 15.400 KL," tambahnya.

Menurut Ahad, pasokan BBM bersubsidi yang disuplai dari Fuel Terminal Madiun masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Kediri Raya, termasuk Trenggalek.

"Ketersediaan pasokan BBM Bersubsidi di wilayah Kediri Raya yang disupply dari Fuel Terminal Madiun dalam kondisi terjaga. Dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

Ia menegaskan kuota yang disampaikan merupakan alokasi untuk kebutuhan selama satu tahun penuh. Karena itu, capaian penyaluran hingga Mei masih berada dalam batas yang wajar.

"Iya betul, itu kuota yang diberikan dalam jangka satu tahun," tandasnya.

Pantauan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Trenggalek juga menunjukkan kondisi yang relatif normal. Tidak terlihat antrean panjang kendaraan yang biasanya menjadi indikator meningkatnya tekanan terhadap pasokan BBM.

Di SPBU Pertamina 54.663.08 Desa Kedunglurah, Kecamatan Pogalan, maupun SPBU Pertamina 54.663.01 Desa Pandean, Kecamatan Durenan, aktivitas pengisian BBM berjalan lancar tanpa penumpukan kendaraan.

Kondisi tersebut memperkuat indikasi bahwa pasokan Pertalite dan Biosolar di Trenggalek masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang paruh kedua tahun 2026.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait