Penyakit Gigi Ancam Pelajar Trenggalek, Pemeriksaan Gratis Ungkap Fakta Mengejutkan
KBRT – Penyakit gigi menjadi masalah kesehatan paling banyak ditemukan pada pelajar di Kabupaten Trenggalek. Temuan itu muncul dalam pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkesdalduk KB) Trenggalek.Kepala Bidang Upaya Pelayanan Kesehatan Perorangan dan Masyarakat Dinkesdalduk KB Trenggalek, Sulastri, menyebut karies gigi tidak bisa dianggap sepe...
08 Sep 2025 • 12:00 WIB
Pemeriksaan Gratis Ungkap Fakta Mengejutkan. KBRT/Canva
KBRT – Penyakit gigi menjadi masalah kesehatan paling banyak ditemukan pada pelajar di Kabupaten Trenggalek. Temuan itu muncul dalam pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkesdalduk KB) Trenggalek.
Kepala Bidang Upaya Pelayanan Kesehatan Perorangan dan Masyarakat Dinkesdalduk KB Trenggalek, Sulastri, menyebut karies gigi tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada gizi anak hingga aktivitas belajar.
“Pak Menteri Kesehatan juga pernah menyampaikan masalah gigi ini masalah nasional. Sering dianggap sepele, padahal bisa mengganggu gizi anak dan aktivitas belajar,” tegas Sulastri.
Advertisement
Dalam pemeriksaan, gigi dan mulut menjadi salah satu fokus utama. Jika ditemukan gigi berlubang, siswa akan diberikan rujukan ke puskesmas untuk penambalan.
“Harapannya anak usia sekolah giginya sehat. Kalau ada karies nanti diedukasi dan diarahkan untuk ditambal di puskesmas,” jelasnya.
Selain gigi, pemeriksaan juga meliputi kesehatan mata, telinga, hidung, kulit, leher, hingga jantung. Untuk mata, misalnya, pemeriksaan dilakukan dengan deteksi ketajaman penglihatan.
Jika ada kelainan, siswa akan dirujuk ke fasilitas kesehatan atau optik yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.
“Kalau ada kelainan, gabungan optik akan mendetailkan apakah perlu dikoreksi dengan kacamata, dan akan dibantu,” ujarnya.
Tak hanya fisik, aspek psikologis juga diperhatikan. Guru, orang tua, dan pengasuh dilibatkan untuk mendeteksi tanda-tanda kecemasan, depresi, atau gangguan psikologis lain pada anak.
Menurut Sulastri, pemeriksaan menyeluruh ini diharapkan mampu mendeteksi dini permasalahan kesehatan pada pelajar, khususnya karies gigi, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Infus hingga Nebulizer Naik Harga, Pelayanan Rumah Sakit di Trenggalek Tetap Normal
Aturan Baru BPJS Kesehatan untuk Pasien Kontrol yang Berlaku Mulai Juni 2026
Bukan Cuma Lolos Standar, Nilai TKA Siswa Trenggalek Ternyata Ungguli Rata-rata Nasional
Posyandu di Trenggalek Berubah, Kini Ibu Hamil hingga Lansia Dilayani dalam Satu Waktu
Trenggalek Kejar Target 345 Ribu Peserta Cek Kesehatan Gratis, Ratusan Santri Ikut Skrining