Penerimaan Murid SD/SMP Trenggalek 2026 Dibuka 3 Juni, Jalur Prestasi Jadi yang Pertama Jalan

Dinas Pendidikan Trenggalek mulai membuka SPMB SD dan SMP pada 3 Juni 2026. Jalur prestasi untuk SMP bakal diprioritaskan lebih dulu.

Penerimaan Murid SD/SMP Trenggalek 2026 Dibuka 3 Juni, Jalur Prestasi Jadi yang Pertama Jalan

Penerimaan Siswa SD/SMP Trenggalek dimulai Juni 2026 depan. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Pendaftaran SPMB SD dan SMP Trenggalek dimulai 3 Juni 2026
  • Jalur prestasi SMP direncanakan dibuka paling awal
  • Dinas Pendidikan minta wali murid aktif memantau proses online

TRENGGALEK - Orang tua siswa di Trenggalek mulai bersiap. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2026/2027 bakal resmi dibuka mulai 3 Juni 2026.

Menariknya, jalur prestasi untuk jenjang SMP direncanakan menjadi “starter” dalam tahapan penerimaan tahun ini sebelum jalur lainnya dibuka bertahap.

Kepala Dinas Pendidikan Trenggalek, Agus Dwi Karyanto, mengatakan seluruh tahapan saat ini mulai dimatangkan, termasuk sosialisasi petunjuk teknis ke sekolah-sekolah dan masyarakat.

Advertisement

“Alhamdulillah hari ini kami telah selesai melaksanakan sosialisasi petunjuk teknis SPMB tahun 2026 yang dilakukan secara luring dan daring,” ujar Agus.

Sosialisasi itu melibatkan banyak pihak. Bukan cuma sekolah, tetapi juga Dewan Pendidikan hingga tokoh masyarakat agar informasi penerimaan siswa baru tidak simpang siur di lapangan.

Setelah tahapan sosialisasi tingkat kabupaten selesai, sekolah diminta langsung bergerak memberi penjelasan kepada wali murid. Tujuannya agar proses pendaftaran online nanti tidak bikin orang tua kebingungan.

“Setelah ini nanti masing-masing satuan pendidikan juga kami arahkan segera melakukan sosialisasi dengan wali murid sehingga masyarakat mengetahui proses pelaksanaan SPMB tahun 2026,” katanya.

SPMB tahun ini masih memakai empat jalur utama, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Namun khusus jenjang SD, jalur prestasi belum diberlakukan.

“Jalur prestasi hanya digunakan untuk masuk SMP,” jelas Agus.

Komposisi kuota tiap jalur juga sudah disiapkan. Untuk SD, jalur domisili masih mendominasi dengan kuota 80 persen, kemudian afirmasi 15 persen, dan mutasi 5 persen.

Sementara untuk SMP, persaingan diperkirakan lebih ramai karena jalur prestasi mendapat porsi cukup besar, yakni 35 persen. Sisanya terdiri dari domisili 40 persen, afirmasi 20 persen, dan mutasi 5 persen.

Dinas Pendidikan Trenggalek sendiri berencana membuka jalur prestasi lebih dulu dibanding jalur lain. Sedangkan jalur domisili dijadwalkan menjadi tahapan terakhir.

“Rencana yang kita dahulukan nanti jalur prestasi dulu, sedangkan yang terakhir nanti domisili,” ungkapnya.

Karena proses pendaftaran dilakukan secara online, potensi gangguan teknis juga jadi perhatian. Dinas Pendidikan meminta masyarakat tidak panik dan segera melapor jika menemukan kendala saat proses pendaftaran berlangsung.

“Kalau nanti ada kendala mohon masyarakat segera melaporkan ke satuan pendidikan yang dituju atau ke Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Soal kemungkinan jadwal diperpanjang jika sistem mengalami gangguan, Agus belum bisa memastikan. Pihaknya masih akan melihat situasi saat pelaksanaan nanti.

“Nanti kita lihat dulu. Insyaallah kalau tidak ada kendala ya sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” imbuhnya.

Selain memastikan proses berjalan lancar, Dinas Pendidikan juga akan mengevaluasi hasil pelaksanaan SPMB tahun ini, termasuk pemerataan jumlah siswa di tiap sekolah.

“Oh, kita lihat nanti setelah pelaksanaan SPMB ya. Nah, semuanya nanti kita lihat. Mudah-mudahan nanti semua satuan pendidikan memperoleh murid yang maksimal,” ujarnya. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait