Pantau Arus Lalu Lintas Natal dan Tahun Baru 2023 Naik Helikopter, BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem
Kabar Trenggalek - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memantau arus lalu lintas Natal dan Tahun Baru 2023 naik helikopter. Pemantauan itu ia lakukan bersama Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan), perwakilan Korlantas Polri, Dirjen Hubdat Kemenhub, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Jasa Raharja dan Jasa Marga. Pemantauan menggunakan helikopter...
W
Wahyu AO
26 Dec 2022 • 15:22 WIB
Kabar Trenggalek - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memantau arus lalu lintas Natal dan Tahun Baru 2023 naik helikopter.
Pemantauan itu ia lakukan bersama Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan), perwakilan Korlantas Polri, Dirjen Hubdat Kemenhub, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Jasa Raharja dan Jasa Marga.
Pemantauan menggunakan helikopter ini bertujuan untuk mengamati sejumlah titik krusial yang menjadi perhatian. Sebab, titik krusial itu berpotensi terjadi banjir karena adanya cuaca ekstrem di akhir tahun. Tepatnya di KM 136, Km 151, dan jalan nasional di Jembatan Sungai Cipunegara, Subang.
"BMKG telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat bahkan dapat mencapai ekstrem mulai tanggal 23 (Desember) hingga 1 Januari 2023 untuk beberapa wilayah, khususnya wilayah Jawa Barat saat ini potensinya masih hujan sedang, ringan hingga tinggi, mencapai 50mm per hari" ujar Dwikorita.
Dwikorita menyebutkan, pada tanggal 24 Desember sedikit menurun, namun pada 25 Desember diprediksi mulai meningkat kembali.
"Sehingga, pemerintah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiap-siagaan dalam menghadapi risiko terjadinya bencana hidrometeorologi,” tegas Dwikorita.
Sebelumnya, BMKG telah memprakirakan terjadinya peningkatan curah hujan selama periode Natal dan Tahun Baru 2023 yang diakibatkan sejumlah dinamika atmosfer. Di antaranya, peningkatan aktifitas Monsun Asia yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah dan selatan.
Selain itu, lanjut Dwikorita, meningkatnya intensitas seruakan dingin Asia yang dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan. Serta, meningkatkan potensi awan hujan di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.
Dinamika atmosfer lainnya yaitu adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, serta peningkatan tinggi gelombang di sekitarnya.
"Terpantaunya beberapa aktifitas gelombang atmosfer, yaitu fenomena Madden Julian Oscillation [MJO] yang terbentuk bersamaan dengan gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial, kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan timur," jelas Dwikorita.
Dwikorita menyampaikan, selain hujan lebat kompleksnya dinamika atmosfer berpotensi mengakibatkan gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia pada periode tanggal 21 - 27 Desember 2022.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Nasional
19 Dec 2022
Rest Area Jalan Tol Potensi Jadi Sumber Macet Libur Nataru 2023, Polri: Jangan Lebih 30 Menit
Peristiwa
21 Dec 2023
BMKG: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrem saat Libur Natal dan Tahun Baru 2024
News
01 Jan 2023
Prediksi Puncak Arus Balik Libur Tahun Baru 2023
News
27 Dec 2022
Operasi Lilin Semeru 2022 di Trenggalek, Warga Dapat Vaksin 1 hingga 3 Gratis
News
24 Dec 2022
Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2023, Lengkap!
Gaya Hidup
24 Dec 2022