Nilai TKA Trenggalek Lampaui Rata-rata Nasional, Siswa SD Jadi Penyumbang Capaian Tertinggi

Hasil TKA 2026 menunjukkan nilai rata-rata siswa SD dan SMP di Trenggalek berada di atas rata-rata nasional, bahkan sebagian melampaui Jawa Timur.

Nilai TKA Trenggalek Lampaui Rata-rata Nasional, Siswa SD Jadi Penyumbang Capaian Tertinggi

Nilai TKA di Trenggalek diatas rata-rata nasional. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Nilai rata-rata TKA siswa Trenggalek mayoritas berada di atas rata-rata nasional.
  • Jenjang SD mencatat capaian paling menonjol pada Bahasa Indonesia dan Matematika.
  • Dinas Pendidikan akan fokus meningkatkan kompetensi guru untuk memperbaiki hasil TKA berikutnya.

TRENGGALEK - Saat banyak daerah masih menunggu hasil evaluasi pendidikan, Trenggalek justru mendapat kabar yang cukup menggembirakan. Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana tahun 2026, capaian siswa di daerah ini berhasil bersaing di atas rata-rata nasional, bahkan beberapa indikator melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur.

Data tersebut menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan Trenggalek. Terutama pada jenjang sekolah dasar (SD), yang mencatat hasil menonjol pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek, Agus Dwi Karyanto, mengatakan hasil TKA tidak hanya menggambarkan kemampuan peserta didik, tetapi juga dapat menjadi cerminan mutu sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran.

Advertisement

"Sebenarnya hasil TKA itu bisa dimanfaatkan oleh satuan pendidikan. Artinya hasil TKA dapat menggambarkan kualitas atau mutu satuan pendidikan tersebut. Ini juga bisa menjadi promosi bahwa sekolah mampu melahirkan anak-anak yang berkualitas dengan nilai yang baik," ujarnya.

Berdasarkan data TKA 2026, nilai rata-rata Bahasa Indonesia tingkat SMP di Trenggalek mencapai 65,52. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Timur yang berada di angka 65,36 dan nasional sebesar 62,05.

Sementara pada mata pelajaran Matematika SMP, rata-rata nilai siswa Trenggalek mencapai 42,14. Meski terpaut tipis dari rata-rata Jawa Timur yang berada di angka 42,26, capaian tersebut masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 40,93.

"Untuk matematika SMP memang sedikit di bawah rata-rata provinsi, tetapi selisihnya sangat tipis. Secara nasional kita masih unggul," kata Agus.

Namun capaian paling menonjol justru datang dari jenjang SD. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa SD di Trenggalek mencatat rata-rata nilai 64,87. Hasil itu lebih tinggi dibanding rata-rata Jawa Timur sebesar 63,54 maupun nasional yang berada di angka 60,35.

Hal serupa terjadi pada mata pelajaran Matematika. Nilai rata-rata siswa SD Trenggalek mencapai 49,06, melampaui rata-rata Jawa Timur sebesar 47,62 dan nasional sebesar 43,61.

"Artinya untuk tingkat SD, baik Bahasa Indonesia maupun Matematika, rata-rata Trenggalek berada di atas provinsi dan nasional," jelasnya.

Meski hasilnya tergolong menggembirakan, Dinas Pendidikan Trenggalek tidak ingin terlena. Capaian tersebut justru akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas pembelajaran di sekolah.

Salah satu fokus yang akan dilakukan adalah peningkatan kompetensi guru, khususnya pengajar Bahasa Indonesia dan Matematika, termasuk guru kelas 5 dan kelas 6 SD yang menjadi jenjang persiapan menghadapi TKA.

"Langkah yang akan kami lakukan antara lain peningkatan kompetensi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, termasuk guru yang mengajar di kelas 5 dan kelas 6 SD," ungkap Agus.

Menurutnya, peningkatan kualitas tenaga pendidik menjadi salah satu kunci agar hasil TKA di masa mendatang bisa lebih baik lagi.

"Mudah-mudahan tahun depan kita bisa meningkatkan capaian yang sudah diperoleh saat ini," imbuhnya.

Pelaksanaan TKA tahun ini juga diikuti hampir seluruh sekolah di Kabupaten Trenggalek. Untuk jenjang SMP, sebanyak 82 dari 83 sekolah mengikuti pelaksanaan TKA. Satu-satunya sekolah yang tidak ikut adalah SMP Negeri 2 Suruh Satu Atap karena belum memiliki siswa kelas IX.

Sementara pada jenjang SD, sebanyak 436 dari total 438 sekolah mengikuti TKA 2026. Dua sekolah yang tidak berpartisipasi yakni SDN 3 Wonoanti dan SD Tahfidz Al-Wildan Watulimo karena belum memiliki peserta didik kelas VI.

Bagi Trenggalek, hasil TKA perdana ini bukan sekadar deretan angka. Capaian tersebut menjadi gambaran awal tentang posisi kualitas pendidikan daerah sekaligus pekerjaan rumah untuk menjaga tren positif di tahun-tahun mendatang.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait