Mengenal Naegleria Fowleri, Amoeba Pemakan Otak Manusia
Naegleria fowleri adalah amoeba yang hidup di air tawar yang hangat, seperti danau, sungai, dan air panas. Amoeba adalah makhluk mikroskopik yang tidak dapat terlihat dengan mata telanjang. Ia termasuk ke dalam jenis hewan mikro yang mampu berkembangbiak secara vegetatif atau tanpa melalui proses perkawinan. Amoeba dapat menginfeksi manusia melalui saluran hidung, yang kemudian menuj...
07 Dec 2023 • 08:14 WIB
Naegleria fowleri adalah mahluk hidup bersel tunggal yang hidup di tanah dan air. Amoeba ini menyukai air yang hangat dan asam, dan dapat tumbuh subur pada suhu antara 25 dan 35 derajat Celcius.
Naegleria fowleri dapat menginfeksi manusia melalui hidung. Ketika seseorang berenang atau menyelam di air yang terkontaminasi N fowleri, amoeba dapat masuk ke hidung dan naik ke otak melalui saraf penciuman.
Gejala Terkena Serangan Naegleria fowleri
Setelah N fowleri masuk ke otak, amoeba ini dapat menyebabkan meningoencephalitis amoebic primaria (PAM). PAM adalah infeksi otak yang serius dan mematikan. Gejala PAM biasanya muncul dalam waktu 1-7 hari setelah infeksi, dan meliputi:
Advertisement
- Demam
- Sakit kepala
- Mual dan muntah
- Lemas
- Kejang
- Kebingungan
- Koma
PAM adalah penyakit yang sangat serius dan hampir selalu fatal. Hanya ada beberapa kasus yang diketahui di mana orang yang terinfeksi PAM berhasil sembuh.
Cara mencegah infeksi Naegleria fowleri
Ada beberapa cara untuk mencegah infeksi dari amoeba ini, antara lain:
- Hindari berenang atau menyelam di air yang hangat, terutama di daerah yang memiliki suhu air di atas 25 derajat Celcius.
- Gunakan hidung plug atau penutup hidung saat berenang atau menyelam di air yang mungkin terkontaminasi Naegleria fowleri.
- Jaga mata Anda tetap tertutup saat berenang atau menyelam di air yang mungkin terkontaminasi N fowleri.
Jika Anda memiliki gejala PAM, segera cari pertolongan medis. PAM adalah penyakit yang sangat serius dan membutuhkan perawatan medis segera.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Mengenal Apa itu HPV, Gejala dan Pencegahannya
Aturan Baru BPJS Kesehatan untuk Pasien Kontrol yang Berlaku Mulai Juni 2026
Posyandu di Trenggalek Berubah, Kini Ibu Hamil hingga Lansia Dilayani dalam Satu Waktu
Trenggalek Kejar Target 345 Ribu Peserta Cek Kesehatan Gratis, Ratusan Santri Ikut Skrining
Sering Pakai TWS Seharian? Ternyata yang Perlu Diwaspadai Bukan Radiasinya