Makan Siang Bergizi di Trenggalek Berbeda, Siswa Bawa Alat Makan Sendiri
Lebih efisien biaya dan ramah lingkungan.
31 Jan 2025 • 12:16 WIB
Makan siang bergizi di Trenggalek mewajibkan siswa bawa alat makan sendiri. KBRT/Chou
Ringkasan
- Melibatkan wali murid supaya mengetahui menu kesukaan pelajar.
- Siswa bawa piring dan sendok secara mandiri.
- Pemberian makan siang bergizi saat istirahat agar sayur tetap hangat.
KBRT - Program makan siang bergizi yang dicanangkan Presiden Prabowo kini mulai uji coba di Trenggalek. Uji coba makan siang bergizi itu langsung dipantau Bupati Trenggalek di dua sekolah Kecamatan Suruh.
Sekolah yang melakukan uji coba makan siang bergizi Kamis (30/01/2025) SMP 2 Suruh, dan SMP Gotong Royong 2 Suruh. Program makan siang bergizi di Trenggalek berbeda dengan daerah lain.
Perbedaanya, jika di daerah lain makan bergizi dikasih wadah plastik atau, kalau di trenggalek justru pelajar harus membawa alat makan dari rumah seperti piring dan sendok. Tujuannya agar ramah lingkungan dan efisiensi anggaran.
Advertisement
"Jadi kami melibatkan kantin sekolah untuk menyediakan makanan siangnya, dan di sekolah lainnya kita juga melibatkan wali murid," terang Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.
Menu makan siang bergizi di SMP Gotong Royong 2 Suruh adalah nasi putih, sup, tahu, nugget ayam dan pisang. Setiap anak diperbolehkan untuk mengambil nasi sesuai kebutuhannya masing-masing, sedangkan sup dan lauk sudah di takar.
Pelibatan wali murid dalam menyediakan makan siang bergizi juga punya tujuan tersendiri yaitu wali murid dianggap lebih tahu menu yang disukai oleh para siswa sehingga makanannya pun bisa lebih cocok di lidah siswa.
"Kalori hariannya juga sudah tercukupi sepertiga, karena ada karbohidratnya dari nasi, ada vitamin dan mineralnya dari pisang, lalu proteinnya dari ayam dan juga dari tahu, kemudian sup-nya tadi saya lihat isinya ada sawi, ada buncis macam-macam. Dan anak-anak kelihatan lahap ya," lanjut Mas Ipin.
Lokasi uji coba makan siang bergizi sendiri diprioritaskan untuk sekolah yang berada di daerah pegunungan. Hal ini bertujuan untuk memeratakan program pemerintah dan memberi semangat anak-anak untuk menimba ilmu.
Selain itu, usaha anak-anak pegunungan untuk berangkat sekolah lebih berat dibandingkan yang berada di kota. "Jalan ke sekolahnya saja naik turun, jadi butuh kalori yang lebih banyak. Untuk itu kita dahulukan yang di pegunungan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Mas Ipin juga menegaskan sumber anggaran makan siang bergizi di Trenggalek adalah dari sedekah yang dihimpun di Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Trenggalek.
Seorang siswa, Devi, menyukai menu makan siang bergizi yang disediakan dalam program makan siang bergizi tersebut. Ia juga mengaku tidak keberatan jika harus membawa alat makan sendiri dari rumah. "Enak, tadi makannya juga habis," ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
2 Sekolah di Trenggalek Pilih Tak Ikut MBG, 76 Dapur Tetap Layani 151 Ribu Penerima Manfaat
Keluar dari MBG, SD Inovatif Trenggalek Usul Anggaran Dialihkan ke Pendidikan Murah dan Gratis
MBG Siap Jalan Lagi Saat Sekolah Masuk, Korwil Minta Dapur di Trenggalek Jaga Standar Higiene
Menyita Waktu Belajar, Tahun Ajaran Baru SD Inovatif Trenggalek Keluar dari Penerima Program MBG
Harga Bahan Pokok di Trenggalek Turun Drastis, Pedagang Kaitkan dengan Liburnya Program MBG