DONGKO, TRENGGALEK - Lapangan Budaya di Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, bakal tampil makin representatif. Bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) senilai Rp400 juta dari Bank Rakyat Indonesia mulai digelontorkan untuk mendukung pengembangan kawasan budaya tersebut.
Dukungan itu disebut merupakan hasil pengawalan aspirasi anggota DPR RI, Novita Hardini, yang selama ini aktif mendorong penguatan sektor seni dan budaya lokal di Trenggalek.
Alih-alih hanya menjadi ruang pertunjukan biasa, Lapangan Budaya Dongko diproyeksikan menjadi titik kumpul kreativitas warga sekaligus ruang hidup bagi tradisi lokal yang masih terus dijaga masyarakat.
Dana CSR tersebut digunakan untuk membangun gapura dan pagar pembatas di kawasan Dusun Krajan, Desa Dongko. Penataan itu diharapkan membuat kawasan budaya terlihat lebih tertata, aman, dan nyaman untuk berbagai aktivitas seni.
“Lapangan Budaya Dongko bukan sekadar ruang terbuka biasa, melainkan episentrum kreativitas sekaligus penjaga api tradisi masyarakat Trenggalek agar tidak padam,” ujar Novita Hardini, Selasa (19/05/2026).
Menurut Novita, pembenahan fasilitas menjadi langkah awal agar kawasan budaya di Dongko punya identitas yang lebih kuat dan mampu menarik lebih banyak keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Pembangunan gapura dan pagar ini menjadi langkah awal yang krusial untuk menghadirkan wajah baru yang lebih aman dan membanggakan bagi para pelaku seni serta masyarakat luas,” imbuhnya.
Politisi PDI Perjuangan itu juga melihat sektor budaya bukan hanya soal pelestarian tradisi, tetapi juga punya potensi besar untuk menggerakkan ekonomi warga.
Ia optimistis kawasan budaya yang lebih tertata nantinya bisa mendatangkan pengunjung, membuka peluang bagi UMKM lokal, hingga memperkuat wisata budaya di wilayah selatan Trenggalek.
“Kami berharap wajah baru Lapangan Budaya Dongko ini bisa memicu semangat generasi muda di Dongko dan sekitarnya untuk terus konsisten nguri-uri budaya Jawa,” kata Novita.
Respons positif datang dari kalangan pemuda Dongko. Tokoh pemuda setempat, Didit Sasongko, menyebut bantuan tersebut menjadi suntikan semangat baru bagi pelaku seni lokal.
Menurutnya, Lapangan Budaya selama ini sudah menjadi ruang penting bagi anak muda untuk tetap dekat dengan seni tradisional di tengah derasnya budaya modern.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Ibu Novita Hardini terhadap seni budaya di Dongko. Bantuan ini membakar semangat baru bagi para pelaku seni dan anak-anak muda untuk terus melestarikan budaya daerah,” ungkap Didit.
Ia berharap penataan kawasan budaya itu nantinya tak hanya mempercantik lokasi, tetapi juga menghidupkan kembali agenda festival seni rakyat yang selama ini rutin digelar warga.
“Harapan kami, seni budaya di Dongko bisa semakin dikenal luas dan menjelma menjadi magnet wisata budaya baru di Kabupaten Trenggalek,” tambahnya.
Selama ini, Lapangan Budaya Dongko dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan seni masyarakat di wilayah selatan Trenggalek. Kawasan tersebut kerap digunakan untuk pementasan seni tradisional, kegiatan sosial warga, hingga aktivitas ekonomi kerakyatan.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor: Zamz



















