TRENGGALEK - Kiriman bunga-bunga diturunkan dari mobil pikap. Beberapa pria dewasa lalu membawanya ke halaman belakang, melewati deretan rak akuarium yang tertata rapi di sebuah kios ikan hias di Jalan Diponegoro, Krajan, Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek.
Di dalam tank kaca berair itu, puluhan jenis ikan hias bergerak di masing-masing wadah. Warnanya beragam. Ada yang merah menyala, kuning, hitam, perak, hingga bercorak. Di sisi kanan kios, beberapa akuarium kosong sengaja disiapkan untuk penghobi ikan yang datang memilih peliharaan baru.
Di belakang kios, seorang pria bertubuh gemuk sibuk mengaitkan bunga-bunga di tempat yang telah disiapkan. Ia ditemani istrinya. Keduanya tampak telaten mengatur posisi bunga, memadukan taman kecil dengan kolam-kolam ikan. Bagian atas digunakan untuk tanaman hias, sedangkan bagian bawah diisi kolam ikan.
Selayang mata memandang, tempat itu terasa lebih luas dibandingkan kios ikan hias pada umumnya. Bukan hanya tempat jual beli, kios itu juga dibuat seperti ruang singgah bagi penghobi ikan hias, terutama anak-anak yang ingin melihat, memilih, lalu menangkap sendiri ikan yang mereka sukai.
Di kalangan penggemar ikan hias, terutama anak-anak, pria itu akrab disapa Pak Oce. Saya baru mengetahui sapaan tersebut dari anak saya, meski sebelumnya sudah beberapa kali berkunjung ke kios itu.
“Yah, yuk tumbas ikan di Pak Oce,” kata anak saya suatu hari.
Saya mengikuti ajakannya. Dari situlah saya tahu bahwa kios ikan hias yang beberapa kali saya datangi itu dikenal anak-anak dengan sebutan kios Pak Oce.
Lokasinya tidak sulit ditemukan. Kios tersebut berada di Jalan Diponegoro, Krajan, Surodakan, Trenggalek, tepat di selatan perempatan Masjid Al Askar Trenggalek. Posisinya berada di pojokan jalan.
Dari luar, orang yang melintas bisa langsung mengenali kios itu sebagai tempat jual ikan hias. Di bagian depan, Pak Oce menata ikan-ikan kecil yang sudah dimasukkan ke dalam plastik bening berisi air dan oksigen. Plastik-plastik itu berjajar rapi, siap dibawa pulang pembeli.
Daftar Isi [Show]
Konsep Prasmanan

Ada hal yang membedakan kios Pak Oce dengan toko ikan hias lain. Ia menerapkan konsep prasmanan dalam berjualan ikan hias. Layaknya warung makan prasmanan yang memberi keleluasaan kepada pembeli untuk memilih makanan sendiri, Pak Oce juga membebaskan pembeli memilih ikan hias yang mereka inginkan.
Di kios itu, pembeli tidak hanya menunjuk ikan dari luar akuarium. Mereka bisa mengambil ember kecil berisi air dan jaring yang sudah disediakan. Setelah itu, pembeli dipersilakan mengitari rak, akuarium, dan kolam untuk mencari ikan yang paling cocok.
Jika sudah menemukan ikan pilihan, pembeli boleh menangkapnya sendiri. Bagi anak-anak, bagian ini kerap menjadi pengalaman paling menyenangkan. Mereka tidak sekadar membeli ikan, tetapi juga merasakan sensasi berburu ikan kecil di antara akuarium dan kolam.
Ikan yang sudah dipilih kemudian dibawa ke kasir. Di sana, petugas memberi harga, memindahkan ikan ke plastik pengemasan, lalu meniupkan oksigen dari tabung agar ikan tetap aman selama dibawa pulang.
“Konsep prasmanan ini agar pembeli leluasa memilih ikan yang disenangi serta punya kesenangan menangkap ikan sendiri,” kata Pak Oce di sela melayani pembeli.
Menurut Pak Oce, cara itu membuat pembeli lebih puas karena bisa melihat langsung kondisi ikan. Pembeli juga bisa menyesuaikan pilihan dengan selera masing-masing, mulai dari warna, ukuran, bentuk tubuh, hingga gerak ikan di dalam air.
Konsep tersebut sekaligus membuat kiosnya lebih hidup. Anak-anak biasanya berkeliling lebih lama. Mereka mengamati ikan dari satu akuarium ke akuarium lain, lalu berdiskusi dengan orang tuanya sebelum menentukan pilihan.
Kesan itu juga dirasakan pelanggan. Eko Sunaryo, salah satu pelanggan, menilai kios Pak Oce memiliki koleksi ikan yang lengkap dan pelayanan yang menyenangkan.
“Stok ikan terbaru lengkap. Pelayanan ramah dan humoris. Ambil ikan konsep prasmanan. Keren Pak Oce,” kata Eko.
Jenis Ikan dan Kisaran Harga
Pak Oce menjual beragam ikan hias air tawar yang populer di kalangan penghobi. Di antaranya koi, channa, guppy, cupang, koki, molly, platy, louhan, manfish, komet, zebra, neon tetra, hingga ikan sapu-sapu hias.
Jenis ikan kecil seperti guppy, molly, platy, komet, zebra, dan neon tetra banyak diminati anak-anak karena warnanya mencolok dan harganya terjangkau. Sementara ikan seperti koi, channa, koki, dan louhan biasanya diminati penghobi yang sudah memiliki kolam atau akuarium lebih besar.
Harga ikan yang dijual bervariasi, mulai Rp1.000 hingga Rp100.000, tergantung jenis, ukuran, warna, dan kualitas ikan. Dengan rentang harga tersebut, pembeli bisa menyesuaikan pilihan sesuai kebutuhan, baik untuk peliharaan anak-anak maupun koleksi penghobi.
Selain ikan hias, Pak Oce juga menyediakan perlengkapan pendukung, seperti pakan ikan, akuarium, aerator, serta obat ikan. Beberapa obat yang dijual digunakan untuk menangani penyakit ikan, seperti white spot atau bintik putih, serta sisik merah.
Ketersediaan obat ikan itu penting bagi penghobi pemula. Sebab, ikan hias yang baru dipelihara kerap mengalami gangguan kesehatan akibat perubahan air, stres saat pemindahan, atau kondisi akuarium yang belum stabil.
Bermula dari Jualan Keliling

Pak Oce tidak langsung memiliki kios ikan hias. Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu memulai usahanya sebagai penjual ikan hias keliling.
“Kios di Surodakan ini belum lama. Masih sekitar tiga tahun. Saya dulu awalnya jualan ikan hias ke sekolah-sekolah,” ujarnya.
Saat masih berjualan keliling, Pak Oce membawa ikan hias ke berbagai tempat, terutama ke lingkungan sekolah. Pembelinya banyak berasal dari kalangan anak-anak. Dari sana, ia mulai memahami bahwa ikan hias bukan hanya barang jualan, tetapi juga bagian dari kegembiraan kecil bagi anak-anak.
Setelah usahanya berjalan dan memiliki modal, Pak Oce memberanikan diri menyewa lahan di Surodakan. Ia kemudian membuka kios tetap agar pembeli lebih mudah datang dan memilih ikan.
Keputusan membuka kios membuat usahanya berkembang. Pembeli tidak lagi hanya berasal dari anak-anak sekolah. Penghobi ikan hias dari berbagai usia mulai datang, baik untuk membeli ikan, mencari perlengkapan akuarium, maupun sekadar melihat-lihat koleksi baru.
Pasokan ikan hias di kios Pak Oce diperoleh langsung dari para petani ikan. Sebagian pasokan berasal dari petani ikan di Tulungagung, daerah yang selama ini dikenal memiliki banyak pembudidaya ikan air tawar.
Dengan mengambil langsung dari petani, Pak Oce bisa menjaga ketersediaan stok dan menyesuaikan jenis ikan yang banyak dicari pembeli. Stok ikan biasanya berubah mengikuti pasokan dan permintaan pelanggan.
Berdasarkan pantauan di kios tersebut, suasana paling ramai terjadi saat libur Hari Raya Idul Fitri. Pada masa liburan itu, banyak keluarga dan anak-anak datang untuk membeli ikan hias. Sebagian datang untuk memilih ikan baru, sebagian lain membeli perlengkapan akuarium setelah berkunjung bersama keluarga.
Ikan Hias dan Kesenangan Anak-anak
Bagi sebagian orang, ikan hias adalah hobi. Namun bagi anak-anak, ikan hias sering menjadi pintu masuk untuk mengenal tanggung jawab kecil. Mereka belajar memberi makan, mengganti air, menjaga kebersihan wadah, dan memperhatikan kondisi makhluk hidup yang dipelihara.
Pak Oce melihat kebiasaan itu dari pembeli yang datang ke kiosnya. Banyak anak datang bersama orang tua. Mereka memilih ikan kecil yang harganya terjangkau, lalu pulang dengan membawa plastik bening berisi ikan yang bergerak lincah.
Konsep prasmanan membuat pengalaman membeli ikan menjadi lebih dekat dengan dunia anak-anak. Mereka tidak hanya menerima ikan yang dipilihkan penjual, tetapi ikut mengambil keputusan sendiri.
Keterlibatan itu membuat anak-anak merasa memiliki. Ikan yang mereka tangkap sendiri biasanya lebih berkesan dibandingkan ikan yang langsung dibungkuskan penjual.
Bagi orang tua, kios semacam ini juga menjadi ruang alternatif untuk mengenalkan hobi yang relatif sederhana. Dengan modal akuarium kecil, ember, atau toples, anak-anak sudah bisa mulai belajar merawat ikan hias di rumah.
Gabungkan Ikan Hias dan Tanaman Hias
Pak Oce masih ingin mengembangkan kiosnya. Salah satu rencana yang sedang ia kerjakan adalah menyelesaikan konsep gabungan ikan hias dan tanaman hias.
Konsep itu mulai tampak dari penataan halaman belakang kios. Di sana, tanaman hias ditempatkan di bagian atas, sementara kolam-kolam ikan berada di bawahnya. Penataan itu membuat area belakang tidak hanya berfungsi sebagai tempat jualan, tetapi juga ruang display yang lebih menarik bagi pengunjung.
Menurut Pak Oce, pengembangan itu dilakukan agar pembeli memiliki lebih banyak pilihan. Selain membeli ikan, pelanggan juga bisa melihat tanaman hias yang cocok dipadukan dengan kolam atau akuarium di rumah.
Jika konsep tersebut selesai, kios Pak Oce berpotensi menjadi tempat yang lebih lengkap bagi penghobi. Tidak hanya menjual ikan hias dan perlengkapannya, tetapi juga menghadirkan suasana taman kecil yang bisa menjadi inspirasi bagi pembeli.
Potensi Ikan Hias
Usaha kecil seperti kios Pak Oce bergerak di sektor yang memiliki pasar cukup luas. Ikan hias bukan sekadar hobi rumahan, tetapi juga bagian dari komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyebut Indonesia memiliki posisi penting dalam pasar ikan hias global. Pada 2022, pangsa pasar ikan hias Indonesia mencapai 11,35 persen, meningkat dari 8,70 persen pada tahun sebelumnya.
Pada 2023, nilai ekspor ikan hias Indonesia tercatat sebesar 39,06 juta dolar AS atau 11,1 persen dari total ekspor ikan hias dunia. Jenis ikan hias air tawar mendominasi ekspor Indonesia dengan porsi 81,4 persen, sedangkan ikan hias laut sebesar 18,6 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa ikan hias memiliki rantai ekonomi yang panjang. Di tingkat besar, komoditas ini terhubung dengan budidaya, distribusi, kontes, ekspor, hingga pasar internasional. Di tingkat lokal, kios ikan hias menjadi ruang pertemuan antara pedagang, penghobi, anak-anak, dan keluarga.
Bagi Pak Oce, usaha itu dijalankan dari hal yang sederhana: menyediakan ikan, memberi ruang bagi pembeli untuk memilih, dan menjaga agar orang yang datang merasa senang.
Di tengah banyaknya toko modern yang menerapkan sistem swalayan, Pak Oce membawa konsep serupa ke dunia ikan hias. Bedanya, yang dipilih pembeli bukan barang di rak minimarket, melainkan ikan kecil yang bergerak di dalam air.
Konsep itu membuat kiosnya tidak hanya menjadi tempat transaksi. Di sana, pembeli bisa melihat, memilih, menangkap, lalu membawa pulang ikan yang mereka sukai. Bagi anak-anak, pengalaman itu mungkin sederhana. Namun dari kios kecil di pojokan Surodakan itu, kesenangan terhadap ikan hias bisa mulai tumbuh.
Kabar Trenggalek - Feature
Editor: Zamz





















