TRENGGALEK - Kenaikan harga plastik di Trenggalek ternyata belum juga reda. Meski lonjakan harga sudah terjadi sejak penyesuaian BBM beberapa waktu lalu, sampai sekarang harga kemasan plastik masih bertahan tinggi.
Situasi ini mulai bikin pelaku UMKM harus lebih kreatif supaya biaya produksi tidak makin membengkak.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskomidag) Trenggalek, Saniran, mengatakan harga plastik saat ini masih berada di kisaran kenaikan 40 hingga 50 persen dibanding sebelum harga BBM naik.
“Harganya masih tetap seperti kenaikan kemarin. Jadi belum ada penurunan lagi, masih di kisaran kenaikan 40 sampai 50 persen dibanding sebelum kenaikan BBM,” ujar Saniran.
Menurutnya, mahalnya harga plastik dipicu naiknya biaya bahan baku setelah penyesuaian harga BBM. Hingga kini, distributor maupun produsen juga belum memberikan sinyal adanya penurunan harga.
Kondisi itu otomatis berdampak pada pelaku usaha kecil yang sehari-hari memakai plastik sebagai kemasan produk.
Mulai dari penjual makanan ringan, minuman, hingga usaha rumahan kini mulai mencari cara supaya pengeluaran tetap aman.
“UMKM kita yang menggunakan kemasan plastik tentu terdampak. Tapi mereka sudah mulai menyesuaikan, baik dari volume maupun sistem penjualannya,” jelasnya.
Sebagian pelaku usaha disebut mulai mengurangi penggunaan plastik berlebihan. Ada juga yang pelan-pelan beralih ke kemasan berbahan kertas untuk menekan biaya.
Meski begitu, Saniran menilai dampaknya belum terlalu berat karena tidak semua UMKM menggunakan plastik dalam jumlah besar.
Selain soal plastik, Diskomidag Trenggalek juga masih memantau pergerakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
Salah satu komoditas yang harganya masih naik turun adalah cabai merah dan cabai rawit.
“Kemarin cabai merah sempat naik sampai Rp70 ribu, hari ini turun lagi menjadi Rp64 ribu. Jadi masih naik turun,” katanya.
Menurut Saniran, kondisi pasar saat ini masih cukup fluktuatif. Faktor stok barang dan masa panen petani diduga ikut memengaruhi perubahan harga di pasaran.
“Belum seperti biasanya yang terus naik. Sekarang masih fluktuatif, hari ini naik besok turun lagi,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz




















