KBRT – Kenaikan harga beberapa bahan baku membuat pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Trenggalek harus putar otak. Keuntungan yang didapat semakin menipis karena tidak semua pengusaha berani menaikkan harga jual produk.
Hal itu dirasakan oleh Aghilia Umi Syahadah (32), warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan, yang memproduksi dimsum sejak awal 2025. Ia mengaku harga bahan baku, terutama daging ayam, mulai naik sejak beberapa bulan lalu.
“Lumayan terasa sejak beberapa bulan yang lalu harga bahan baku naik, tetapi saya tidak menaikkan harga jual,” ujarnya.
Harga daging ayam potong yang semula di bawah Rp30.000 per kilogram kini naik menjadi Rp33.000. Kondisi itu membuat margin keuntungan usahanya semakin tipis.
Di outletnya yang berada di Taman Kedung, Pogalan, Aghil menjual dimsum dengan berbagai varian. Untuk menu original tanpa topping, harga per porsi isi empat biji Rp10.000. Menurutnya, keuntungan dari varian original hanya cukup menutup biaya produksi.
“Modalnya rata-rata sampai ke Rp11.000 per porsi isi empat biji. Jadi kalau menjual varian bertopping lebih menguntungkan,” jelas Aghil.
Varian topping seperti nori mentai dijual Rp15.000 per porsi, sedangkan keju mentai Rp17.000. Menu bertopping inilah yang dinilai masih memberi keuntungan wajar. Setiap pembelian, pelanggan juga mendapat bonus minyak cabai.
Dalam sehari, Aghil dapat menjual 200–300 biji dimsum dari tiga outlet miliknya, yang berada di Taman Kedung, Taman Kedunglurah, dan dekat SMA 1 Durenan. Proses produksi tetap ia lakukan bersama keluarga di rumah, sementara outlet dijaga karyawan.
Dari penjualan tersebut, keuntungan kotor yang ia peroleh berkisar Rp250.000–Rp300.000 per hari, belum dipotong biaya gaji karyawan.
Meski kedai dimsum lain semakin banyak di Trenggalek, Aghil tetap berkomitmen menjaga kualitas produknya.
“Menurunkan kualitas produk bukanlah solusi menurut saya, karena jika rasanya berubah pelanggan juga pasti kecewa,” tegasnya.
Menurutnya, menaikkan harga juga sulit dilakukan karena daya beli masyarakat berpotensi turun. Maka, ia memilih tetap bertahan dengan keuntungan tipis sembari menjaga loyalitas pelanggan.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor:Zamz