Harapan Listrik dari Sampah Tertahan, DLH Trenggalek Pertimbangkan Langkah Tegas
DLH Trenggalek mengevaluasi proyek PLTSa setelah berbulan-bulan belum ada perkembangan dari investor PT Concentrix Industri Indonesia.
07 Mar 2026 • 08:00 WIB
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Trenggalek Muyono. KBRT/Zamz
Ringkasan
- DLH evaluasi proyek PLTSa.
- Investor belum tunjukkan progres.
- Opsi putus kerja sama terbuka.
TRENGGALEK – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek mulai mengevaluasi kelanjutan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang selama ini digadang sebagai solusi pengolahan sampah modern di daerah tersebut. Evaluasi dilakukan setelah dalam beberapa bulan terakhir belum terlihat perkembangan nyata dari pihak investor.
Kepala DLH Trenggalek, Muyono Piranata, menyebut proyek yang direncanakan bersama PT Concentrix Industri Indonesia itu masih berjalan di tempat. Aktivitas pembangunan di lokasi yang direncanakan sebagai fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik juga belum tampak.
“Sudah sekian bulan tidak ada progres dari pihak investor. Karena itu, kami mengambil langkah evaluasi untuk menentukan nasib proyek ini ke depan,” jelas Muyono.
Advertisement
Menurutnya, DLH bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan proyek tersebut karena diharapkan mampu menjadi salah satu solusi pengelolaan sampah di Trenggalek. Namun hingga kini, rencana investasi besar tersebut belum menunjukkan realisasi di lapangan.
DLH Trenggalek juga terlibat dalam sejumlah rapat internal pemerintah daerah untuk membahas langkah selanjutnya. Evaluasi tersebut mencakup komitmen investor serta kemungkinan keberlanjutan kerja sama jika situasi stagnan terus berlangsung.
Sampai saat ini, lokasi yang direncanakan menjadi pusat pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut masih belum menunjukkan aktivitas pembangunan.
Meski demikian, pemerintah daerah masih membuka ruang bagi investor untuk membuktikan keseriusannya dalam merealisasikan proyek tersebut.
“Tentu daerah berharap ada jalan keluar agar kesepakatan awal terpenuhi. Namun jika tetap tidak ada perkembangan, kami harus mempertimbangkan opsi pemutusan kerja sama,” tambahnya.
Di sisi lain, DLH Trenggalek mengaku masih berupaya menjalin komunikasi dengan pihak PT Concentrix Industri Indonesia. Hingga kini, perwakilan perusahaan tersebut belum kembali datang ke Trenggalek untuk membahas kelanjutan proyek secara langsung.
DLH juga terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan, termasuk mencoba menghubungi direktur perusahaan guna memperoleh kejelasan terkait komitmen investasi proyek PLTSa tersebut.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Geopark Trenggalek Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Baru, Sekaligus Benteng Kawasan Kars
Sebelum Plastik Populer, 7 Daun Ini Jadi “Kemasan Andalan” Makanan Tradisional Indonesia
Kurban Tanpa Plastik, Sekolah di Trenggalek Konsisten Pakai Besek Bambu Ramah Lingkungan
Dari Boedi Oetomo ke Media Sosial, Harkitnas Trenggalek Bahas Tantangan Anak Muda Masa Kini
TPA Srabah Terancam Cepat Penuh, Sampah di Trenggalek Kini Mau Diubah Jadi BBM?