KBRT - Ramadan merupakan bulan perubahan umat muslim menjadi lebih baik. Sebagaimana ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu, Ramadan seringkali digambarkan sebagai fase kepompong.
Keluar dari Ramadan, uamt muslim menetas menjadi kupu-kupu yang indah menawan. Karena di bulan Ramadan, umat muslim melakukan perubahan-perubahan yang perlu ditingkatkan selepas Ramadan nanti.
Berikut 10 gerakan perubahan dilansir dari buku Ramadan Comes Back karya Rafif Amir.
Daftar Isi [Show]
- Salimul Aqidah (Akidah yang lurus)
- Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar)
- Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh)
- Qawiyyul Jismi (Jasad yang kuat)
- Mutsaqaful Fikri (Wawasan yang luas)
- Mujahidun Linafsihi (Berjuang melawan hawa nafsu)
- Haritsun ala Waqtihi (Pandai menjaga waktu)
- Munazham fi Syu’unihi (Teratur dalam setiap urusan)
- Qadirun alal Kasbi (Kemandirian dalam usaha)
- Nafiun Lighairihi (Bermanfaat bagi orang lain)
Salimul Aqidah (Akidah yang lurus)
Hal paling mendasar dari pribadi muslim, terlebih dahulu harus beres akidahnya. Semisal tidak berhubungan dengan dukun, jin, atau yang berbau klenik.
Mengingkari ideologi-ideologi yang bertentangan dengan Islam seperti komunisme, sekulerisme, feminisme, dan lain sebagainya. Jika pondasi akidah ini sudah lurus, maka kita tingkatkan lagi.
Berusaha keras untuk hanya mencari ridha Allah dalam setiap beramal shalih. Menjauhi riya’ dan tidak takut terhadap celaan manusia.
Shahihul Ibadah (Ibadah yang benar)
Di bulan Ramadan umat manusia sudah ditempa dengan banyak ibadah mahdhah. Tidak hanya kuantitas tapi juga kualitasnya ditingkatkan, menjadi lebih khusyu’ dan ihsan. Tentu sesuai dengan tuntunan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Matinul Khuluq (Akhlak yang kokoh)
Target yang bisa dibuat untuk poin ini seperti berusaha untuk menepati janji (jika tidak menepati janji tanpa alasan syar’i, buatlah hukuman untuk diri sendiri), tersenyum pada setiap orang yang ditemui, memaafkan semua kesalahan orang lain dan mendoakannya, menjauhi ghibah, dan lain-lain.
Seorang muslim seharusnya menunjukkan kemuliaan akhlak, tidak hanya kepada keluarga dan sesama muslim, juga pada nonmuslim, makhluk hidup lainnya, dan alam semesta.
Qawiyyul Jismi (Jasad yang kuat)
Olahraga rutin setiap hari, minum air putih tak kurang dari 8 gelas, jika masih merokok mungkin resolusi berhenti merokok akan sangat baik. Hal-hal yang ingin dilakukan agar tubuh tak mudah capek, lemas, apalagi sakit-sakitan.
Mutsaqaful Fikri (Wawasan yang luas)
Buat target minimal membaca buku dalam sehari, mengikuti perkembangan berita khususnya nasional dan dunia Islam, mengkhatamkan kitab-kitab yang sangat dianjurkan untuk dibaca seperti Fiqus Sunnah, Riyadhus Shalihin, Tafsir Ibnu Katsir dan Fi Zhilalil Quran, dan lain-lain.
Mujahidun Linafsihi (Berjuang melawan hawa nafsu)
Berusaha untuk menjauhi hal-hal yang biasanya dapat mengantarkan kita pada maksiat dengan menundukkan pandangan, tidak makan ketika masih kenyang, tidak mudah marah, memperbanyak istighfar dan memelihara wudhu adalah salah satu caranya.
Haritsun ala Waqtihi (Pandai menjaga waktu)
Disiplin, tepat waktu ketika menghadiri pertemuan, menyelesaikan tugas sesuai deadline, membuat agenda harian mulai bangun tidur sampai tidur lagi, tidak menyisakan sedikitpun waktu yang terbuang untuk hal yang sia-sia.
Munazham fi Syu’unihi (Teratur dalam setiap urusan)
Bekerja secara profesional dan serius, menjaga dan melaksanakan amanah, bekerjasama dengan baik dalam lembaga-lembaga yang menganjurkan kebaikan. Tidak individualis atau egois.
Qadirun alal Kasbi (Kemandirian dalam usaha)
Rasulullah mengajarkan bahwa orang Islam tak boleh meminta-minta. Oleh karena itu harus mandiri. Jika sudah bisa mandiri, maka targetnya adalah bagaimana meningkatkan penghasilan dari usaha itu yang salah satu tujuannya, agar bisa bersedekah lebih banyak lagi.
Nafiun Lighairihi (Bermanfaat bagi orang lain)
Jika jasad kuat, maka akan dapat membantu orang lain dengan fisik. Jika pengasilan lumayan, bisa bersedekah dengan harta yang banyak. Jika wawasan luas, maka dapat mengajarkannya kembali.
Maka, target bermanfaat bagi orang lain ini sudah selayaknya masuk dalam daftar 10 gerakan perubahan. Misal, membagikan makanan pada anak jalanan setiap hari jumat, membantu orang lain dengan potensi yang dipunya juga tak kalah eloknya.
Kabar Trenggalek - Pendidikan
Editor:Zamz