Dekati Lebaran, Penjual Baju Second Trenggalek Alami Penurunan Omzet
KBRT – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, penjual baju atau busana biasanya mengalami kenaikan omzet. Namun, berbeda dengan Tgk Second, salah satu penjual baju bekas (thrift) di Trenggalek, yang justru mengalami penurunan omzet.Anas Muhammad (28), pemilik sekaligus pendiri toko Tgk Second yang berada di Jalan Abdurrahman Saleh No. 11, Trenggalek, mengaku pasrah dengan kondisi tersebut. "Omzet s...
18 Mar 2025 • 03:00 WIB
Penjual baju bekas di trenggalek mengalami penurunan omzet. KBRT/Nandika
KBRT – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, penjual baju atau busana biasanya mengalami kenaikan omzet. Namun, berbeda dengan Tgk Second, salah satu penjual baju bekas (thrift) di Trenggalek, yang justru mengalami penurunan omzet.
Anas Muhammad (28), pemilik sekaligus pendiri toko Tgk Second yang berada di Jalan Abdurrahman Saleh No. 11, Trenggalek, mengaku pasrah dengan kondisi tersebut.
"Omzet selama bulan Ramadan hingga Lebaran tahun ini saya kira akan menurun. Penyebabnya adalah stok barang yang langka serta harga yang mahal, sehingga saya enggan mengambil barang," ujarnya.
Anas bercerita bahwa omzetnya dalam sebulan berkisar Rp7–8 juta. Pada tahun-tahun sebelumnya, momen Ramadan bisa meningkatkan omzetnya hingga dua atau tiga kali lipat. Namun, tahun ini ia tidak berani mengambil stok karena harga barang yang melejit.
"Saya biasa cari dagangan dari importir, tetapi sejak Desember kemarin harga barang naik tinggi karena terjadi kelangkaan," keluhnya.
Anas memulai usahanya sejak tahun 2021, pasca-wabah Covid-19 masuk ke Indonesia. Awalnya, ia merintis usaha ini bersama teman-temannya, tetapi setelah berkembang, mereka semua membuka toko sendiri. Menurut pengakuan Anas, teman-temannya kini sudah berhenti berjualan baju second.
"Dalam setahun biasanya ada dua momen lonjakan pembeli, yaitu saat Ramadan hingga Hari Raya dan momen Tahun Baru. Selain karena tidak tersedianya barang, saya juga menyadari mulai bergesernya tren baju sekarang," ungkapnya.
Menurut Anas, pada momen Idulfitri, celana chinos, jeans, dan kemeja menjadi barang yang paling banyak dicari. Di tokonya, Anas juga menyediakan jaket, kaos, celana pendek, hingga topi dengan harga variatif.
"Kemeja tersedia mulai dari harga Rp65.000, lalu celana rata-rata berharga Rp100.000–Rp200.000, tergantung merek dan kondisi barang. Sedangkan jaket tersedia mulai dari harga Rp75.000 ke atas, tergantung merek dan kondisi juga," jelasnya.
Anas berpendapat bahwa membeli baju bekas bisa menjadi solusi untuk mendapatkan baju berkualitas dengan harga terjangkau. Selain berjualan di kios, ia juga memasarkan produknya melalui berbagai platform media sosial yang semuanya ia kelola sendiri.
"Saya juga kewalahan mengurus usaha ini sendiri. Tapi, saya belum berani mengambil karyawan karena keadaan pasar yang sedang turun," tandasnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Artikel Terkait
PPKM Diperpanjang Lagi, Warung Makan dan Pedagang Kaki Lima Boleh Buka dengan Prokes Ketat
Masalah Bansos, Kini Warga Bisa Lakukan Usul dan Sanggah Lewat Aplikasi Cek Bansos