KBRT - BPR Jwalita Trenggalek, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Trenggalek, mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan laba mencapai sekitar Rp2,6 miliar. Dari capaian tersebut, BPR Jwalita memproyeksikan setor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp1,4 miliar di akhir tahun 2025.
Direktur Utama PT BPR Jwalita Trenggalek, Dwi Fraidianria, mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari dukungan permodalan pemerintah daerah serta fokus pembiayaan kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Alhamdulillah modalnya pemerintah daerah saat ini kurang lebih 20 miliar atau 98,64 persen untuk persentase sahamnya milik pemerintah daerah, dan di tahun lalu kami labanya juga cukup lumayan dan di tahun 2025 ini insyaallah target juga dapat tercapai sesuai harapan,” ujar Dwi Fraidianria.
Dwi menjelaskan, laba BPR Jwalita dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan. Pada 2025, laba yang diperoleh sekitar Rp2,6 miliar dengan setoran PAD mencapai sekitar Rp1,4 miliar.
“Kurang lebih labanya BPR Jwalita tahun ini 2,6 sekian miliar, kalau kami setor PAD kurang lebih sekitar 1,4 miliar sekian, di akhir tahun 2025 ini. Dari tahun ke tahun meningkat,” katanya.
Secara kumulatif, BPR Jwalita telah menyetorkan PAD sebesar Rp13,3 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Trenggalek dari total penyertaan modal sekitar Rp20 miliar.
“Yang sudah kami setorkan dari tahun ke tahun berbentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) 13,3 miliar dari modal 20 miliar sekian,” ungkapnya.
Dwi menegaskan, mayoritas debitur BPR Jwalita berasal dari kalangan UMKM, khususnya pedagang pasar di seluruh wilayah Kabupaten Trenggalek. Total penyaluran kredit BPR Jwalita saat ini mencapai sekitar Rp120 miliar.
“Jadi BPR Jwalita ini debitur kami adalah UMKM jadi para pedagang pasar di seluruh pasar Trenggalek itu nasabah kami kurang lebih kreditnya BPR Jwalita 120 sekian miliar hampir 70 persen pedagang dan UMKM,” jelasnya.
Sementara itu, porsi aparatur sipil negara (ASN) sebagai nasabah tergolong kecil.
“ASN Trenggalek tidak sampai 10 persen kurang lebih 5 persen yang ada di kami,” imbuhnya.
Untuk tahun 2026, BPR Jwalita menargetkan peningkatan kinerja dan setoran PAD yang lebih besar. Dwi juga menyampaikan harapan adanya tambahan penyertaan modal dari Pemkab Trenggalek pada 2027–2028.
“Target tahun 2026 kita harus lebih dari tahun ini dan setor PAD harus meningkat dari tahun ke tahun dan kami optimis meskipun kondisi agak sulit kami berharap BPR Jwalita tumbuh,” ujarnya.
“Untuk penyertaan modal Pemkab ke BPR Jwalita mudah-mudahan di tahun 2027 dan 2028 harapan bisa terealisasi harapannya kembali ke masyarakat lagi itu untuk pelayanan untuk kredit juga kepada UMKM yang kami biayai yang harapannya itu terealisasi kembali lagi kreditnya ke masyarakat,” ujarnya.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor: Zamz





















