Stok Minyakita Ditambah di Pasar Basah Trenggalek, Pemkab Pasang Rem agar Harga Tak Melonjak

Pemkab Trenggalek menambah pasokan Minyakita ke Pasar Basah untuk menjaga harga tetap sesuai HET dan memastikan stok aman bagi masyarakat.

Stok Minyakita Ditambah di Pasar Basah Trenggalek, Pemkab Pasang Rem agar Harga Tak Melonjak

Pemerintah trenggalek bersama bulog melakukan distribusi minyakita. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Pemkab Trenggalek menyalurkan 1.500 liter Minyakita ke Pasar Basah.
  • Pedagang penerima wajib menjual sesuai HET dan langsung kepada konsumen.
  • Stok Minyakita di Trenggalek dipastikan aman berkat koordinasi rutin dengan Bulog.

TRENGGALEK - Di saat harga kebutuhan pokok kerap bergerak naik turun, Pemerintah Kabupaten Trenggalek berupaya menjaga minyak goreng bersubsidi tetap mudah dijangkau masyarakat. Salah satunya dengan kembali menambah pasokan Minyakita di Pasar Basah Trenggalek.

Sebanyak 1.500 liter Minyakita atau setara 125 karton didistribusikan kepada puluhan pedagang yang telah memenuhi syarat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh minyak goreng bersubsidi dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag) Trenggalek, Saniran, mengatakan distribusi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan harga di tingkat konsumen.

Advertisement

"Ini merupakan kegiatan rutin untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan Minyakita bagi masyarakat Kabupaten Trenggalek. Hari ini kami mendistribusikan 125 karton yang masing-masing berisi 12 liter kepada 25 pedagang di Pasar Basah," ujarnya.

Menurut Saniran, tidak semua pedagang bisa mendapatkan jatah distribusi. Pemerintah menerapkan sejumlah persyaratan agar penyaluran tepat sasaran, mulai dari kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga terdaftar dalam sistem distribusi resmi.

Selain itu, pedagang penerima pasokan diwajibkan menjual Minyakita langsung kepada masyarakat, bukan kepada sesama pedagang.

"Pedagang yang menerima distribusi ini tidak boleh menjual di atas HET dan tidak boleh menjual kepada pedagang lain. Mereka harus menjual langsung kepada masyarakat sebagai pengguna akhir," katanya.

Saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita ditetapkan Rp15.700 per liter. Pedagang memperoleh pasokan dari Bulog dengan harga Rp14.500 per liter sehingga masih memiliki ruang keuntungan sebesar Rp1.200 per liter.

Karena itu, Komidag menegaskan tidak akan segan menghentikan distribusi kepada pedagang yang melanggar aturan penjualan.

"Kalau ditemukan menjual tidak sesuai ketentuan, baik di atas HET maupun kepada pedagang lain, maka distribusi kepada yang bersangkutan akan dicabut," tegas Saniran.

Pemkab Trenggalek memastikan stok Minyakita saat ini masih aman. Koordinasi dengan Bulog terus dilakukan untuk mengantisipasi apabila terjadi peningkatan kebutuhan maupun potensi kekurangan pasokan di lapangan.

"Setiap ada potensi kekurangan stok, kami langsung berkomunikasi dengan Bulog. Alhamdulillah Bulog selalu memberikan respons dan perhatian untuk memenuhi kebutuhan Minyakita di Trenggalek," lanjutnya.

Sebagai gambaran, kebutuhan minyak goreng di kawasan perkotaan Trenggalek diperkirakan mencapai sekitar 5.000 liter setiap hari. Namun angka tersebut tidak sepenuhnya dipenuhi oleh Minyakita karena masyarakat juga menggunakan berbagai merek minyak goreng komersial lainnya.

Distribusi Minyakita dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan kondisi pasar. Sebelumnya, penyaluran minyak goreng bersubsidi juga telah dilakukan di sejumlah pasar lain, seperti Pasar Kamulan dan Pasar Subuh.

Bagi masyarakat, keberadaan Minyakita dengan harga terjangkau masih menjadi salah satu penopang kebutuhan dapur sehari-hari. Karena itu, stabilitas pasokan menjadi faktor penting agar harga tetap terkendali dan tidak memberatkan pengeluaran rumah tangga.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait