Bendorejo Diproyeksikan Jadi Desa Percontohan Reforma Agraria, Petani dan UMKM Jadi Fokus Penguatan

Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, diusulkan menjadi lokasi program Reforma Agraria 2026 yang berfokus pada penguatan petani dan UMKM.

Bendorejo Diproyeksikan Jadi Desa Percontohan Reforma Agraria, Petani dan UMKM Jadi Fokus Penguatan

Rapat reforma agraria untuk penetapan desa percontohan. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Desa Bendorejo diusulkan menjadi lokasi Program Penanganan Akses Reforma Agraria Tahun 2026.
  • Program difokuskan pada penguatan sektor pertanian dan pengembangan UMKM desa.
  • Pendampingan, akses usaha, dan peningkatan kapasitas masyarakat menjadi target utama.

 

TRENGGALEK – Reforma Agraria tak lagi sekadar berbicara soal sertifikat tanah. Di Trenggalek, program tersebut mulai diarahkan untuk membantu masyarakat memaksimalkan potensi ekonomi dari lahan yang mereka miliki.

Salah satu wilayah yang diproyeksikan mendapat pendampingan dalam Program Penanganan Akses Reforma Agraria Tahun 2026 adalah Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan. Desa ini dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor pertanian sekaligus usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Rencana tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar Kantor Pertanahan Kabupaten Trenggalek bersama sejumlah organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.

Advertisement

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Trenggalek, Heru Setiyono, mengatakan tujuan utama Reforma Agraria tidak berhenti pada legalitas kepemilikan tanah. Menurutnya, tanah yang telah memiliki kepastian hukum harus mampu menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Reforma Agraria bukan hanya tentang legalisasi aset, tetapi juga bagaimana tanah yang telah bersertipikat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Heru.

Karena itu, program yang disiapkan tidak hanya menyentuh aspek pertanahan, tetapi juga membuka peluang pendampingan bagi petani dan pelaku usaha desa agar mampu meningkatkan nilai ekonomi dari lahan maupun usaha yang mereka jalankan.

Bendorejo dipilih karena dinilai memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Selain didukung sektor pertanian yang masih aktif, desa tersebut juga memiliki peluang penguatan usaha masyarakat berbasis produk lokal.

Dalam pelaksanaannya nanti, berbagai instansi akan terlibat untuk memberikan dukungan sesuai bidang masing-masing. Mulai dari peningkatan kapasitas petani, pengembangan usaha, akses permodalan, hingga pemasaran produk.

Heru menilai pendampingan menjadi bagian penting dalam program tersebut. Sebab, tidak semua pengetahuan yang dibutuhkan petani dan pelaku usaha dapat diperoleh hanya dari pengalaman sehari-hari.

“Harapannya, khususnya bagi para petani, mereka mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan baru yang mungkin belum diperoleh di lapangan. Karena itu, pendampingan dari berbagai pihak sangat penting agar masyarakat dapat mengelola lahannya dengan lebih produktif dan bernilai ekonomi,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, Reforma Agraria diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen legalitas tanah, tetapi juga mampu menciptakan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa.

Jika berjalan sesuai rencana, Bendorejo berpeluang menjadi salah satu contoh bagaimana program pertanahan dapat terhubung dengan pengembangan ekonomi lokal, mulai dari sektor pertanian hingga UMKM yang menjadi penopang perekonomian masyarakat pedesaan.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait