Apel Jaga Kiai, Ansor Trenggalek Desak Trans7 Dicabut Izin Siar
Imbas tayangan Expose
17 Oct 2025 • 18:12 WIB
GP Ansor Trenggalek lakukan long march menuju Alun-Alun Trenggalek setelah menggelar apel bertajuk Jaga Kiai, Jaga Ulama di depan Gedung NU Trenggalek, Sabtu (12/10/2025). KBRT/Tri
Ringkasan
GP Ansor Trenggalek menggelar apel Jaga Kiai, Jaga Ulama menolak tayangan Expose Trans7 yang dianggap memfitnah pesantren, khususnya Lirboyo.
Gus Zaki menegaskan tuntutan pencabutan izin siar Trans7 dan meminta peserta aksi menjaga adab selama long march.
Sikap Ansor Trenggalek sejalan dengan instruksi Pimpinan Pusat GP Ansor yang menyerukan pembelaan terhadap marwah pesantren di seluruh Indonesia.
Trenggalek – Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Trenggalek menggelar apel bertajuk Jaga Kiai, Jaga Ulama di depan Gedung NU Trenggalek, Sabtu (12/10/2025). Aksi ini menjadi pernyataan terbuka terhadap tayangan program Expose di Trans7 yang dianggap memfitnah dan mencemarkan nama baik pondok pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo.
Sekitar lima ratus personel Ansor dan Banser hadir memenuhi kawasan gedung NU sejak pagi. Setelah apel dan sambutan dari sejumlah tokoh, termasuk Ketua Himpunan Alumni Santri Lirboyo (HIMASAL) Kabupaten Trenggalek, Gus Baha, barisan peserta melakukan long march menuju Alun-Alun Trenggalek dengan pengawalan kepolisian.
Di hadapan pasukan, Ketua DPC GP Ansor Trenggalek, Gus Zaki, menegaskan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan yang dirasakan banyak kalangan pesantren. Tayangan Expose dianggap merendahkan lembaga yang selama ini berjasa mencerdaskan bangsa bahkan jauh sebelum republik berdiri.
Advertisement
“Apel ini adalah bentuk suara dari pesantren yang merasa diframing buruk. Kami dengan tegas meminta pemerintah memboikot atau mencabut izin Trans7 karena telah mencemarkan marwah pondok pesantren,” ujar Gus Zaki dalam sambutannya.
Gus Zaki juga mengingatkan seluruh anggota untuk menjaga adab selama aksi berlangsung. Dalam long march menuju alun-alun, ia menegaskan agar barisan tidak mengganggu pengguna jalan, menjaga sopan santun, dan tetap menghormati aparat yang mengawal kegiatan.
Dalam apel itu pula, GP Ansor Trenggalek membacakan pernyataan sikap yang berisi penegasan keberatan dan kecaman keras terhadap tayangan Trans7. Ansor menuntut pencabutan izin siar stasiun televisi tersebut oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), serta meminta pertanggungjawaban hukum kepada produser, tim redaksi, dan jurnalis yang dianggap memfitnah pondok pesantren.
Sikap GP Ansor Trenggalek sejalan dengan instruksi resmi Pimpinan Pusat GP Ansor bernomor 3832/P.P/SSR-01/X/2025 tertanggal 15 Oktober 2025. Dalam surat itu, Ketua Umum H. Addin Jauharudin dan Sekretaris Jenderal H. Rifqi Al Mubarak menegaskan agar seluruh kader Ansor di Indonesia bersatu membela kehormatan pesantren dari segala bentuk framing negatif yang merendahkan martabat ulama dan lembaga pendidikan Islam.
Apel dan long march di Trenggalek menjadi bagian dari gelombang solidaritas kader Ansor di berbagai daerah yang menyuarakan hal serupa untuk menjaga marwah pesantren.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Ramai Sound Horeg Haram di Jawa Timur, GP Ansor Trenggalek: Halal Tapi Ada Syaratnya
Diduga Tokoh Agama Hamili Santri hingga Melahirkan, Ansor Kampak Datangi Polisi
Cerita Gadis Aulia Magang di DPRD Trenggalek, Ajak Generasi Muda Kontribusi
Ketemu Rocky Gerung, Dosen ITB Trenggalek Sebut Literasi Masyarakat Terlalu Minim
Jadi Rekomendasi Kuliah Perbankan di Malang, Ini Keunggulan D3 Perbankan UMM Dibanding Kampus Lain