Apa Itu Heat Dome? Ini Pengertian dan Dampaknya

Apa Itu Heat Dome? Ini Pengertian dan Dampaknya

Apa Itu Heat Dome? Ini Pengertian dan Dampaknya. Canva/KBRT

KBRT - Eropa, saat ini sedang dilanda panas ekstrim akibat Heat Dome. Ada cukup banyak acara besar seperti piala dunia, harus terpaksa dilaksanakan dalam kondisi panas yang mengganggu. Lantas, apa sih sebenarnya heat dome itu?

Saat ini, banyak turis yang liburan ke Eropa harus dibuat kecewa dengan salah satu kondisi alam yang tidak dapat diprediksi. Bukan udara dingin layaknya di film-film, mereka malah dihadapkan dengan panas ekstrim yang bisa mengancam nyawa.

Heat dome sendiri, dikenal sebagai fenomena alam berbentuk kubah yang memancarkan hawa panas ekstrim. Fenomena ini sebenarnya tidak datang sendiri, namun diakibatkan oleh beberapa faktor.

Advertisement

Buat kalian yang penasaran dengan fenomena ini, kalian bisa menyimak ulasan berikut.

Apa Itu Heat Dome?

Mengutip laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), heat dome atau kubah panas merupakan fenomena atmosfer ketika massa udara turun ke permukaan, kemudian terkompresi sehingga suhunya semakin meningkat.

Kondisi ini, menghambat pembentukan awan dan membuat panas terperangkap di suatu wilayah selama berhari-hari. Fenomena heat dome umumnya diperkuat oleh pola cuaca omega block, yaitu kondisi ketika sistem tekanan tinggi mengunci udara panas di satu lokasi selama beberapa hari.

Akibatnya, suhu terus meningkat dan gelombang panas menjadi lebih lama serta lebih ekstrem. Kondisi ini disebut-sebut sebagai salah satu penyebab utama gelombang panas terburuk yang pernah terjadi di Eropa.

Apakah Heat Dome Bisa Terjadi di Indonesia?

Berdasarkan penjelasan BMKG, fenomena heat dome umumnya tidak terjadi di Indonesia. Hal itu karena gelombang panas muncul di wilayah lintang menengah hingga tinggi.
 
Sedangkan Indonesia, berada di kawasan ekuator yang memiliki dinamika atmosfer berbeda dengan perubahan cuaca yang relatif cepat. Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa kelembapan udara yang tinggi di wilayah tropis dapat memperbesar resiko ketika suhu meningkat.
 
Kelembapan yang tinggi membuat keringat lebih sulit menguap sehingga tubuh kesulitan melepaskan panas. Akibatnya, risiko kelelahan akibat panas maupun heatstroke tetap dapat meningkat meskipun suhu tidak setinggi di Eropa.
 
Fenomena heat dome menjadi pengingat ancaman krisis iklim semakin nyata dan dapat memicu cuaca ekstrem dengan dampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, kewaspadaan terhadap risiko suhu ekstrem tetap perlu ditingkatkan, termasuk di negara beriklim tropis seperti Indonesia.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait