Ada Pertanyaan 'Amin atau Qobul?' saat Pilpres, Wamenag: Merendahkan Nilai Kesakralan Agama
Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, menanggapi dinamika Pilpres 2024. Salah satu dampaknya, ada pertanyaaan 'Amin atau Qobul?'. Saiful berpesan, masyarakat tidak memasukkan candaan politik ke dalam ritual keagamaan. "Kemarin ada yang nanya, sekarang kalau doa jawabnya Amin apa Qobul? Mungkin memang maksudnya bercanda, tapi itu merendahkan nilai-nilai kesakralan agama," ujar Saiful, dila...
24 Jan 2024 • 13:47 WIB
Wakil Menteri Agama, Saiful Rahmat Dasuki, menanggapi dinamika Pilpres 2024. Salah satu dampaknya, ada pertanyaaan 'Amin atau Qobul?'. Saiful berpesan, masyarakat tidak memasukkan candaan politik ke dalam ritual keagamaan.
"Kemarin ada yang nanya, sekarang kalau doa jawabnya Amin apa Qobul? Mungkin memang maksudnya bercanda, tapi itu merendahkan nilai-nilai kesakralan agama," ujar Saiful, dilansir dari laman Kemenag RI.
Advertisement
Saiful menyampaikan hal itu dalam kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) Madrasah di Lingkungan Kantor Kemenag Kota Jakarta Selatan. Ia berpesan kepada ASN Kementerian Agama untuk membangun narasi-narasi yang baik dan luhur.
"Jangan jadikan pesta demokrasi ini sebagai ajang mencaci maki dan memutus tali silaturrahmi," kata Saiful.
Perlu diketahui, kata 'Amin' mengacu kepada pasangan calon (paslon) 01 yaitu Anies-Cak Imin, dengan singkatan AMIN. Sedangkan 'Qobul' pernah dinyatakan oleh tim kampanye paslon 02, Prabowo-Gibran, maupun tim kampanye paslon 03, Ganjar-Mahfud MD.
Wamenag menegaskan kepada ASN, baik fungsional maupun administrasi untuk tidak menjadi penyebar berita-berita bohong atau hoaks kepada masyarakat.
"Sudah selayaknya ASN menjadi orang yang memberi contoh, memberikan teladan baik kepada siswa, staf, orang tua murid, dan masyarakat, bahwa kita ASN Kementerian Agama adalah ASN yang berbudi luhur, serta menghormati nilai-nilai kemanusiaan," terang Saiful.
Sebelumnya, Selasa (16/01/2024), Saiful mengajak masyarakat untuk mewujudkan Pemilu damai, jujur, dan adil. Ia juga mengajak publik untuk menjaga dan mengawal kesuksesan Pemilu atau Pilpres 2024.
"Pesta demokrasi menjadi agenda rutin lima tahunan. Oleh karena itu, kita harus menjaga Pemilu agar berjalan aman, damai, jujur dan adil. Kontestasi Pemilu itu hal biasa," kata Saiful di Hotel Sahid Jaya, Jakarta.
"Saya mengimbau agar kita menghentikan lelucon-lelucon politik yang menggunakan nama agama. Kita juga tolak politik identitas yang menjadikan isu agama sebagai isu sektoral untuk pemenangan dalam politik," tambahnya.
Saiful mengajak seluruh peserta Silatnas MUI untuk mengedepankan Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathaniyah. Dia mengingatkan peserta Silatnas untuk menjaga netralitas saat Pemilu 2024 sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Pemilu merupakan agenda kita semua yang lumrah sebagai warga negara. Untuk itu, mari kita kawal Pemilu ini dari potensi penggunaan politik identitas, terutama identitas keagamaan. Mudah-mudah Pemilu berjalan aman dan damai,” tandas Saiful.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Kabar Duka, 78 Petugas Pemilu 2024 di Jawa Timur Meninggal Dunia
Aksi Terima Kasih PMII Trenggalek ke KPU, GMNI: Tak Cerminkan Marwah Gerakan Mahasiswa
Pemilu Sarat Masalah, PMII Trenggalek Justru Berterima Kasih kepada KPU
Kronologi TPS Trenggalek Ditolak Coblos Ulang, KPU Ungkap Tak Penuhi Syarat
Tiga Lokasi Trenggalek Coblos Ulang, PKS: Ancaman Hak Politik Pemilih Hilang