Film Bersama Membangun Negeri dalam Babak Peran
Setiap kita dapat satu peranan Yang harus kita mainkan Ada peran wajar Ada peran berpura-pura Mengapa kita bersandiwara? Mengapa kita bersandiwara? (Panggung Sandiwara; Ahmad Albar) Kontestasi Pemilihan Legislatif di negeri ini selalu menarik perhatian khalayak ramai. Hal tersebut tercermin dari banyaknya iklan politik, baik lewat media masssa, media sosial, baliho maupun poster den...
D
Dian Meiningtias
02 Aug 2024 • 10:09 WIB
Setiap kita dapat satu peranan Yang harus kita mainkan Ada peran wajar Ada peran berpura-pura Mengapa kita bersandiwara? Mengapa kita bersandiwara? (Panggung Sandiwara; Ahmad Albar)
Kontestasi Pemilihan Legislatif di negeri ini selalu menarik perhatian khalayak ramai. Hal tersebut tercermin dari banyaknya iklan politik, baik lewat media masssa, media sosial, baliho maupun poster dengan potret calon legislatif. Iklan-iklan tersebut kian masif hadir di media sosial dengan maksud meraih suara dari pemilih pemula. Adapun dengan pemasangan baliho dan poster mengambil lokasi di berbagai tempat srategis baik di pinggir jalan raya maupun gang-gang di desa. Hadirnya produk iklan tersebut tidak terpisah dari upaya memperkenalkan figur calon, pesan-pesan mengenai kondisi politik, sosial, ekonomi masyarakat, visi misi pencalonan dan tentu saja sebuah ajakan memilih baik secara tersirat maupun tersurat. Hal tersebut dimaksudkan sebagai upaya partai politik dan politikus dalam meningkatkan elektabilitas menjelang pemilihan umum agar memenuhi kriteria keterpilihan dan popularitas yang tinggi. Film Bersama Membangun Negeri, mengambil alur mengenai potret belakag layar tentang bagaimana Heni Marini dari Partai Kemajuan Mayarakat lewat Jargon Bersama Membangun Negeri maju dalam kontestasi pemilihan. Dalam alur ceritanya sebagai politikus, Heni Marini melakukan kunjungan langsung ke masyarakat di bantaran sungai di Jakarta. Dari kunjungannya ini, Heni Marini berupaya menggali informasi dari masyarakat setempat mengenai kebutuhan, terlaksananya pembangunan, maupun perhatian pemerintah dalam menangani masalah sosial. Dari berbagai temuan kebutuhan, maka strategi memperoleh atensi dan simpati dipersiapkan. Film ini menggambarkan betapa krusialnya membangun citra baik bagi calon legislatif di tengah-tengah masyarakat, bahkan diceritakan Heni Marini sampai membuat video settingan. Gerakan membuat bakti sosial settingan ini dimaksudkan untuk menjangkau kepedulian, memperjuangkan kesejahteraan dan upaya menyentuh hiruk pikuk kesedihannya untuk kemudian disebar. Sebuah upaya dalam meraih elektabilitas dan popularitas bagi Heni Marini sebagai politikus. Kendati demikian, dalam film ini juga mengambarakan hadirnya kemarahan masyarakat yang tersakiti hatinya dalam proses pembuatan video settingan karena perkataan politikus yang tidak paham situasi. Sebuah gambaran, bahwasanya masyarakat di tingkat bawah adalah orang yang sangat mudah mentoleransi namun juga orang yang siap dalam berbagai situasi. Heni Marini dalam hal ini bersikap sigap karena berorientasi pada obsesi dan menunjukkan arogansi. Sikap Heni Marini terbentuk karena adanya tekanan dari pihak yang berjasa bagi jalannya kariernya, pun dengan hadirnya pesaing di kontestasi yang harus diimbangi kualitasnya.Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Pemilu 2024
05 Aug 2024
Rekom Golkar Trenggalek Jatuh di Ipin-Syah, Jilid 2 Dukungan Pilkada
Sosial
02 Aug 2024
Membicarakan Kejujuran Diana dan Menelisik Pola Parenting Orang Tua
Nasional
31 Jul 2024
Indonesia Corruption Watch Soroti Dana Hibah Pilkada 2024 Rawan Korupsi
Pemilu 2024
30 Jul 2024
Golkar Trenggalek Sadar Diri, Tak Harga Mati Koalisi dengan KIM
Nasional
30 Jul 2024
Politik Uang dan Netralitas ASN Jadi Ancaman Pilkada 2024
Pemilu 2024
29 Jul 2024