TRENGGALEK - Kekosongan jabatan kepala sekolah di Kabupaten Trenggalek masih cukup tinggi. Per Mei 2026, total ada 63 posisi yang belum terisi, terdiri dari 53 kepala SD dan 10 kepala SMP.
Untuk sementara, posisi tersebut diisi oleh kepala sekolah lain sebagai pelaksana tugas (Plt) sambil menunggu proses pengangkatan definitif.
Kepala Bidang Pemetaan dan Pengembangan Pendidikan Dinas Pendidikan Trenggalek, Wawan Catur Prasetyo, menyebut proses pengisian kepala sekolah akan dilakukan tahun ini.
"Jadi kekosongan kepala sekolah di Trenggalek kalau per Mei 2026, kepala sekolah 53, kepala sekolah SMP 10, totalnya 63," ujarnya.
Ia menjelaskan, seleksi dilakukan sesuai ketentuan dari pemerintah pusat dengan memanfaatkan sistem aplikasi yang terintegrasi.
"Seleksinya kami sesuai dengan ketentuan mengikuti aplikasi yang disediakan kementerian, yang diintegrasikan oleh aplikasi Imut, BKPSDM dari BKN," jelasnya.
Terkait persyaratan, minimal pangkat yang dibutuhkan adalah PNS golongan III C.
"Persyaratan khusus golongan pangkatnya PNS III C terendah. Ada potensi PPPK tapi yang diutamakan PNS," tambahnya.
Wawan juga mengungkapkan, kekosongan jabatan ini didominasi karena faktor pensiun dan sebagian karena kepala sekolah meninggal dunia.
"Kekosongan ini dampak pensiun, ada yang meninggal juga itu yang mendominasi kekosongan," katanya.
Meski begitu, proses penjaringan calon kepala sekolah sebenarnya sudah berjalan.
"Secara seleksi belum ada berdasarkan sistem sudah di munculkan nama-nama calon kepala sekolah, lebih dari kuota kekosongan," ujarnya.
Ia menambahkan, proses tersebut merupakan bagian dari peningkatan jenjang bagi calon kepala sekolah maupun yang sudah menjabat.
"Proses itu sebenarnya sudah kami laksanakan dan prosesnya upgrade dari calon kepala sekolah atau yang menduduki kepala sekolah," imbuhnya.
Dinas Pendidikan menargetkan proses pengisian kepala sekolah bisa segera berjalan agar tidak terlalu lama bergantung pada Plt.
Keberadaan kepala sekolah definitif dinilai penting untuk menjaga stabilitas manajemen sekolah dan kualitas layanan pendidikan di Trenggalek.
Kabar Trenggalek - Politik
Editor: Zamz





















