BerandaNewsHukumKejari Trenggalek Bongkar Kasus Korupsi Perangkat Desa Ngulanwetan Pogalan

Kejari Trenggalek Bongkar Kasus Korupsi Perangkat Desa Ngulanwetan Pogalan

Terbit:

advertisement

Kabar Trenggalek Dua perangkat Desa Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, harus berhadapan dengan hukum. Sebab, kedua perangkat Desa Ngulanwetan diduga melakukan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), Kamis (03/02/2022).

Dugaan korupsi DD dan ADD itu dibongkar oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek. Kejari Trenggalek menahan dua perangkat Desa Ngulanwetan AK dan S. Karena kedua tersangka melakukan korupsi terhadap DD dan ADD anggaran 2019.

advertisement

Kedua perangkat Desa Ngulanwetan Kecamatan Pogalan tersebut dalam tindak pidana korupsi tersebut, sebagai Pengelola Kegiatan (PK).

Baca juga: Tergiur Hadiah Jualan Online, Warga Trenggalek Tertipu Puluhan Juta

“Tersangka AK, lebih dominan mengelola kegiatan yang didanai DD. Dan tersangka S, lebih mengelola terhadap kegiatan ADD,” terang Darfiah, Kepala Kejari Trenggalek saat konferensi pers.

advertisement

Menurut keterangan Darfiah, kedua tersangka membengkakkan anggaran DD maupun ADD saat melaksanakan kegiatan di Desa Ngulanwetan.

“Karena ditemukan Pengajuan SPP [Surat Permintaan Pembayaran] yang dilakukan oleh pengelola kegiatan dalam melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan realisasi pekerjaan yang dikelolanya,” jelas Darfiah.

Dua perangkat Desa Ngulanwetan, Pogalan, Trenggalek jadi koruptor Dana Desa
Dua perangkat Desa Ngulanwetan, Pogalan, Trenggalek jadi koruptor Dana Desa/Foto: Dokumen istimewa

Baca juga: Gegara Tulisan Kaos, Anak di Bawah Umur Jadi Korban Penganiayaan di Trenggalek

Menurut Darfiah, Pencairan ADD sebesar Rp. 720,5 juta, tapi realisasi di lapangan hanya Rp 640,3 juta. Sehingga terjadi selisih anggaran Rp 80,2 juta

advertisement

Sedangkan pada pelaksanaan DD, Kejari Trenggalek menemukan selisih antara realisasi dengan pencairan sebesar Rp. 180,4 juta. Dari pencairan DD sebesar Rp. 895,5 juta, yang terealisasi di lapangan hanya Rp 715 juta.

“Sehingga, ada selisih dalam pertanggungjawaban administrasi sekitar Rp. 260 juta, dalam pengelolaan keuangan baik ADD dan DD,” tegas Darfiah.

Darfiah mengungkapkan, kasus korupsi tersebut merupakan hasil kolaborasi Kejari Trenggalek bersama inspektorat.

Selain menetapkan sebagai tersangka, Kejari Trenggalek juga telah menahan dua perangkat desa itu. Mereka kini berada di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Trenggalek.

“Keduanya diancam dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman kurungan penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda,” tandas Darfiah.

advertisement

Berita Baru

Hari Jadi Jawa Timur ke-77, Kirab Pataka Jer Basuki Mawa Beya Melintasi Trenggalek

Kabar Trenggalek - Panji lambang Provinsi Jawa Timur dikirab melintasi 38 kabupaten/kota di Jawa...

5 Headset Affordable Terbaik untuk Desainer

Kabar Trenggalek - Bekerja sebagai desainer sangat membutuhkan fokus dan suasana yang nyaman. Biasanya...

Waduh, Wakil Ketua DPRD Kota Depok Memaki dan Memaksa Sopir Truk Push Up, Mahfud MD Beri Komentar

Kabar Trenggalek - Waduh, Wakil Ketua DPRD Kota Depok Memaki dan Memaksa Sopir Truk...

Viral Hari ini

5 Anime Fall Season 2022 yang Layak dan Wajib Ditonton

Kabar Trenggalek - Musim baru Anime Fall Season 2022 telah tiba dan selamat tinggal...

Berita Terkait