Tak Perlu Datang Pagi, Urus Tanah Kini Bisa Atur Antrean dari HP Lewat Sentuh Tanahku

Fitur Antrian Daring di aplikasi Sentuh Tanahku memungkinkan masyarakat mengatur jadwal layanan pertanahan tanpa harus antre lama di kantor.

Tak Perlu Datang Pagi, Urus Tanah Kini Bisa Atur Antrean dari HP Lewat Sentuh Tanahku

Urus tanah sekarang bisa antre lewat Hp. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • ATR/BPN menyediakan fitur Antrian Daring di aplikasi Sentuh Tanahku.
  • Masyarakat bisa mengatur jadwal layanan pertanahan langsung dari HP.
  • Sistem ini mengurangi antrean panjang dan membuat pelayanan lebih tertib.

Kabar Trenggalek – Urusan ke kantor pertanahan kini tak lagi identik dengan antre sejak pagi atau menunggu lama di ruang tunggu. Melalui sistem digital, masyarakat kini bisa mengatur kedatangan lebih fleksibel tanpa harus menghabiskan waktu hanya untuk menunggu giliran.

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menghadirkan fitur Antrian Daring melalui aplikasi Sentuh Tanahku sebagai solusi pengaturan jadwal layanan di Kantor Pertanahan (Kantah).

Fitur ini memungkinkan masyarakat mengambil nomor antrean langsung dari rumah dan menentukan waktu kedatangan sesuai jadwal pelayanan yang sudah terintegrasi dalam sistem.

Advertisement

Kepala Pusat Data dan Informasi ATR/BPN, I Gede Ketut Ary Sucaya, menyebut sistem ini dirancang agar masyarakat tidak perlu lagi datang terlalu awal hanya untuk mengamankan antrean.

“Kalau mau datang ke BPN tidak perlu seperti antre beli iPhone. Masyarakat bisa antre dulu dari rumah melalui antrean daring, daftar di Antrian Daring dalam Sentuh Tanahku,” ujarnya di Jakarta.

Melalui sistem tersebut, pengguna akan mendapatkan nomor antrean sekaligus notifikasi perkembangan posisi layanan. Aplikasi juga memberikan pemberitahuan ketika nomor antrean sudah mendekati giliran, sehingga masyarakat bisa memperkirakan waktu kedatangan dengan lebih tepat.

Dengan pola ini, pemohon tidak perlu lagi menunggu berjam-jam di Kantah. Cukup datang saat antrean sudah mendekati panggilan layanan.

“Tidak perlu misalnya dapat nomor antrean 50, lalu dari jam 8 pagi sudah datang ke Kantah. Ketika sudah ada notifikasi lima antrean sebelum giliran, baru datang,” jelas Ary Sucaya.

Sistem antrean digital ini awalnya dikembangkan pada masa pandemi Covid-19 untuk mengurangi kerumunan di kantor pelayanan. Namun, setelah pandemi berakhir, fitur tersebut tetap dipertahankan karena dinilai lebih efisien dan membantu pengaturan pelayanan masyarakat.

Selain mengurangi antrean fisik, sistem ini juga membantu menyesuaikan kapasitas Kantah yang di beberapa daerah memiliki keterbatasan ruang tunggu dan area parkir. Dengan jadwal kedatangan yang lebih teratur, pelayanan menjadi lebih tertib dan tidak menumpuk pada jam-jam tertentu.

ATR/BPN menilai, digitalisasi antrean ini menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pelayanan pertanahan yang lebih cepat, nyaman, dan terukur bagi masyarakat.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait