SLRT GERTAK Trenggalek Catat 219 Aduan Warga di Juni 2026, Mayoritas Terkait Layanan Kesehatan

Dinsos PPPA Trenggalek mencatat 219 aduan warga melalui SLRT GERTAK pada Juni 2026. Layanan BPJS Kesehatan mendominasi permohonan.

SLRT GERTAK Trenggalek Catat 219 Aduan Warga di Juni 2026, Mayoritas Terkait Layanan Kesehatan

Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Trenggalek. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • SLRT GERTAK Trenggalek menerima 219 aduan warga selama Juni 2026.
  • Mayoritas aduan terkait layanan BPJS Kesehatan dan sudah ditangani.
  • Kecamatan Trenggalek jadi wilayah dengan jumlah aduan terbanyak.

TRENGGALEK – Di balik kemudahan layanan satu pintu yang disediakan pemerintah daerah, masih ada banyak warga Trenggalek yang memilih mengadu lewat jalur resmi. Sepanjang Juni 2026, tercatat 219 permohonan masuk ke Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan atau GERTAK.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Trenggalek menyebut, mayoritas aduan tersebut sudah ditangani. Dari total permohonan, 164 laporan atau sekitar 74,89 persen telah disetujui, sementara sisanya masih dalam proses verifikasi.

“Dari total 219 permohonan yang masuk selama bulan Juni tersebut, mayoritas laporan telah berhasil diselesaikan,” ujar Kepala Dinsos PPPA Trenggalek, Habib Solehudin.

Advertisement

Ia menambahkan, masih terdapat 55 laporan atau 25,11 persen yang belum tuntas karena masih dalam tahap proses maupun belum memenuhi persyaratan administrasi.

Jika ditarik lebih jauh, layanan SLRT-GERTAK yang sudah berjalan sejak 17 April 2017 hingga 30 Juni 2026 ini telah menangani total 39.093 permohonan dari masyarakat. Rata-rata, ada sekitar 15 aduan yang masuk setiap hari.

Dari sebaran wilayah, Kecamatan Trenggalek tercatat menjadi penyumbang aduan terbanyak dengan 34 permohonan. Disusul Kecamatan Karangan sebanyak 29 permohonan, Pogalan 28 permohonan, Tugu 23 permohonan, dan Durenan 22 permohonan.

“Setelah Kecamatan Kota, disusul oleh Kecamatan Karangan dengan 29 permohonan, Pogalan 28 permohonan, Tugu 23 permohonan, dan Kecamatan Durenan ada 22 permohonan,” jelas Habib.

Dari sisi layanan, pengurusan BPJS Kesehatan menjadi yang paling banyak diakses warga dengan 208 permohonan. Selain itu, terdapat juga permohonan keringanan biaya kesehatan sebanyak 5 kasus, bantuan akomodasi 3 kasus, santunan 2 kasus, serta 1 permohonan layanan sosial lainnya.

Menurut Habib, tingginya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan kanal aduan ini menjadi sinyal bahwa layanan sosial semakin dikenal dan digunakan secara aktif.

“Kami mengapresiasi keaktifan warga dalam memanfaatkan kanal aduan resmi ini,” ujarnya.

Ia berharap sistem SLRT-GERTAK bisa terus diperkuat agar pelayanan sosial semakin mudah dijangkau, cepat direspons, dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat,” kata dia.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait