Sesat Sejarah, Tulisan Candi Brawijaya Trenggalek Kini Jadi Taman Brawijaya
Kabar Trenggalek - Papan nama bertulisan Candi Brawijaya di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, saat ini berubah menjadi Taman Brawijaya. Sebelum papan nama tersebut diganti, penamaan Candi Brawijaya Trenggalek mendapat kritikan sesat sejarah oleh para pegiat sejarah, Selasa (21/12/2021). Papan nama bertulisan Candi Brawijaya itu menjadi penamaan bangunan replika candi pada sebuah taman di...
W
Wahyu AO
27 Jan 2022 • 09:41 WIB
Kabar Trenggalek - Papan nama bertulisan Candi Brawijaya di Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, saat ini berubah menjadi Taman Brawijaya. Sebelum papan nama tersebut diganti, penamaan Candi Brawijaya Trenggalek mendapat kritikan sesat sejarah oleh para pegiat sejarah, Selasa (21/12/2021).
Papan nama bertulisan Candi Brawijaya itu menjadi penamaan bangunan replika candi pada sebuah taman di Jalan Soekarno-Hatta Trenggalek. Kehadiran taman tersebut memiliki sejarah yang panjang. Taman itu dibangun pada masa pemerintahan Bupati Trenggalek, Brigjen Soetran (1968-1975).
Harmaji, Penggiat Sejarah Trenggalek (Pesat), menanggapi penggantian papan nama Candi Brawijaya menjadi Taman Brawijaya. Menurut Harmaji, penggantian itu sebagai upaya menepis sesat sejarah yang ada di Trenggalek.
"Alhamdulilah kalau sudah diganti. Dulu [2018] sudah pernah teman-teman ingatkan. Artinya semua sudah sadar, memiliki rasa khawatir jika terjadi sesat tentang benda sejarah melalui tulisan candi itu," terang Harmaji saat dikonfirmasi.
Baca juga: Prasasti Kamulan Balik ke Pangkuan Bumi Menak Sopal Trenggalek
Namun, Harmaji sangat menyayangkan kelambatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek dalam merespons dan mengganti tulisan yang bisa menyebabkan sesat sejarah tersebut.
"Sudah bertahun-tahun dipasang namun baru saja diganti. Coba sekarang cek konten di media sosial, bahwa semua mengamini kalau itu Candi Brawijaya," tegasnya.
Harmaji menegaskan bahwa bangunan itu bukan candi, tapi replika candi. Setelah diganti namanya, Pemkab Trenggalek harus berpikir bagaimana taman itu bisa berjalan untuk edukasi kepada masyarakat.
"Kebermanfaatan taman tersebut sebagai taman pembelajaran (edukasi) yang tematik bernuansakan sejarah Indonesia lama atau periodisasi sejarah, harus mulai dipikirkan sedari sekarang," tegas Harmaji.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Trenggalekpedia
20 Mar 2024
Sejarah Penciptaan Semboyan dan Lambang Kabupaten Trenggalek
Wisata
05 Jan 2024
Wakil Bupati Trenggalek, Sah Nata Prasasti Kamulan yang Ada di Tulungagung
Wisata
05 Jan 2024
Dalang Kondang Pancen Oye Meninggal Dunia, Sempat Bawakan Lakon "Sang Kokrosono" di Trenggalek
Politik
05 Jan 2024
Prasasti Kamulan yang Ada di Tulungagung Diminta Dikembalikan ke Trenggalek, Bupati Tulungagung: Kami Masih Keberatan
Sosial
25 Oct 2023
Makna Pantangan Weton Sabtu Pahing bagi Masyarakat Banyumas Jawa Tengah
Trenggalekpedia
12 Oct 2023