Sempat Kena Protes Ditanami Pohon Pisang, Kini Jalan Wonoanti Gandusari Diperbaiki
Aksi warga Wonanti tanam pisang di jalan rusak berbuah hasil. Pemkab Trenggalek bangun drainase dan aspal ulang lewat proyek IJD.
18 Apr 2026 • 08:00 WIB
Jalan Gandusari Trenggalek kini sedang di perbaiki. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Aksi tanam pisang warga Wonanti picu penanganan serius jalan rusak
- PUPR fokus bangun drainase untuk atasi penyebab utama kerusakan
- Proyek IJD mencakup pengaspalan ulang dengan pengerjaan selektif
GANDUSARI, TRENGGALEK - Aksi tak biasa warga Desa Wonanti, Kecamatan Gandusari, yang menanam pohon pisang di tengah jalan rusak akhirnya berbuah respons konkret. Pemerintah kini turun tangan lewat proyek Inpres Jalan Daerah (IJD) dengan pendekatan berbeda: bukan sekadar tambal sulam, tapi membenahi sumber masalah kerusakan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Trenggalek memastikan penanganan ruas Jalan Ngetal–Gandusari akan dilakukan lebih serius, menyasar persoalan yang selama ini membuat jalan cepat rusak.
Plt Kepala Dinas PUPR Trenggalek, Anjang Purwoko, mengungkapkan kerusakan parah di wilayah Desa Wonanti, khususnya dekat balai desa, dipicu oleh ketiadaan saluran drainase.
Advertisement
“Kerusakan di Jalan Raya Ngetal–Gandusari, terutama di area Desa Wonanti dekat Balai Desa, tergolong cukup parah karena tidak adanya drainase di sisi jalan. Saat hujan deras, air langsung menggenang di badan jalan,” jelas Anjang.
Menurutnya, perbaikan aspal tanpa menyelesaikan persoalan drainase hanya akan menjadi solusi sementara.
“Jika hanya diperbaiki aspalnya tanpa mengatasi penyebabnya, jalan tidak akan bertahan lama. Karena itu, kami memfokuskan pembangunan drainase sebagai solusi utama,” tambahnya.
Dalam proyek ini, sistem drainase akan dibangun terintegrasi hingga ke saluran pembuangan akhir (outlet). Tujuannya agar air hujan tidak lagi mengendap di badan jalan yang selama ini mempercepat kerusakan.
Selain drainase, pemerintah juga merencanakan pengaspalan ulang dari pertigaan Ngetal hingga mendekati SPBU Wonorejo. Namun, pengerjaan dilakukan selektif dengan prioritas pada titik yang rusak berat.
“Kami memfokuskan pengerjaan pada titik yang mengalami kerusakan. Untuk ruas yang masih bagus, seperti di wilayah Desa Sukorejo, kami tidak akan membongkarnya,” jelas Anjang.
Di sisi lain, proyek ini juga membawa konsekuensi sementara bagi warga. Proses pembangunan drainase akan melibatkan penggalian di sepanjang jalan yang berpotensi mengganggu aktivitas dan lalu lintas.
PUPR meminta masyarakat memahami kondisi tersebut sebagai bagian dari upaya perbaikan jangka panjang.
“Kami memohon kerja sama masyarakat selama proses pengerjaan. Pembangunan drainase pasti membutuhkan galian yang mungkin mengganggu aktivitas, namun ini demi hasil jalan yang lebih baik ke depannya,” ujar Anjang.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa kritik warga—meski dengan cara unik—mulai direspons dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, bukan lagi sekadar perbaikan instan.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Kebakaran Trenggalek, Cubungan Genteng Mendadak Bikin Panik: Kerugian Capai Rp7 Juta
Pangdam Tutup TMMD di Trenggalek, Dari Rutilahu hingga Sumur Bor
Warga Jatiprahu dan Wonoanti Selangkah Lagi Kantongi Sertifikat Tanah, Berkas Mulai Diverifikasi
Kondisi Pengadaan Barang dan Jasa Trenggalek, RUP Catat 22 Paket Tender
Jelang Arus Mudik, Jalan Berlubang di Trenggalek Ditambal Dulu: Solusi Cepat Sambil Tunggu Proyek Besar