Peserta CKG di Pogalan Trenggalek Melebihi Kapasitas, Warga Antusias Periksa Kesehatan
Antusias warga mengikuti Cek Kesehatan Gratis di Pogalan, Trenggalek, tinggi. Peserta mencapai lebih dari 120 orang, melebihi kapasitas 100 peserta.
26 Aug 2026 • 18:00 WIB
Cek Kesehatan Gratis di Kecamatan Pogalan Trenggalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
Peserta CKG di Kecamatan Pogalan mencapai lebih dari 120 orang, sementara kapasitas awal yang disiapkan hanya 100 peserta.
- Cakupan CKG di Kabupaten Trenggalek saat ini sekitar 50 persen dan ditargetkan mencapai 60 persen dari jumlah penduduk pada akhir 2026.
- CKG menyasar seluruh siklus hidup serta diperluas ke sekolah dan sejumlah desa melalui pemeriksaan terintegrasi.
TRENGGALEK - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Trenggalek mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Di Kecamatan Pogalan, jumlah warga yang mendaftar bahkan melebihi kapasitas pemeriksaan yang telah disiapkan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek.
Dalam pelaksanaan CKG tersebut, Dinkes PPKB awalnya menyediakan kapasitas untuk sekitar 100 peserta. Namun, jumlah warga yang mendaftar mencapai lebih dari 120 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Trenggalek, drg Andiek Muarifin, mengatakan tingginya jumlah peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan gratis.
Advertisement
“Target kita sebenarnya kapasitasnya terbatas. Yang kita undang 100, tapi yang daftar saya lihat 120-an,” terang drg Andiek.
Menurutnya, jumlah peserta dalam setiap kegiatan tetap harus menyesuaikan dengan kapasitas peralatan dan pelayanan yang tersedia.
“Alatnya tetap ada keterbatasan kapasitas. Target kita 100, tapi di desa ini lebih,” jelasnya.
Secara keseluruhan, cakupan pelaksanaan CKG di Kabupaten Trenggalek saat ini telah mencapai sekitar 50 persen dari jumlah penduduk.
“Untuk CKG saat ini sekitar kurang lebih 50 persen,” ujar drg Andiek.
Dinkes PPKB Trenggalek menargetkan cakupan tersebut terus bertambah hingga mencapai 60 persen dari total penduduk pada akhir 2026.
“Targetnya adalah 60 persen dari penduduk. Ini kan masih ada waktu untuk bekerja,” jelasnya.
Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Semester I Tahun 2026 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Trenggalek, jumlah penduduk Kabupaten Trenggalek tercatat sebanyak 755.555 jiwa.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 379.063 jiwa merupakan penduduk laki-laki dan 376.492 jiwa perempuan.
Program CKG sendiri tidak hanya menyasar kelompok usia tertentu. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, dewasa hingga lanjut usia.
“Jadi, mulai ibu hamil dan bayi, balita, remaja, dewasa, dan lansia. Semua. Sekarang ini fokusnya adalah siklus hidup,” ulasnya.
Pelaksanaan CKG juga diperluas ke lingkungan pendidikan melalui skrining kesehatan siswa. Dinkes PPKB Trenggalek mulai menjalankan kegiatan tersebut di sejumlah sekolah sejak tahun ajaran baru pada Juli 2026.
“Di bulan Juli kemarin, tahun ajaran baru, kita sudah mulai. Beberapa sekolah sudah dilakukan skrining,” ujarnya.
Namun, kegiatan skrining di sekolah sempat menyesuaikan dengan berbagai agenda yang berlangsung selama Agustus. Dinkes PPKB akan kembali menyasar sekolah yang belum mendapatkan layanan setelah rangkaian kegiatan tersebut selesai.
“Nanti setelah kegiatan selesai, mungkin sekolah-sekolah SD, SMP, SMA yang belum ter-cover akan kita lanjutkan lagi,” imbuhnya.
Selain CKG yang dilaksanakan secara umum, Dinkes PPKB Trenggalek juga menjalankan CKG terintegrasi dengan pemeriksaan menggunakan peralatan radiologi.
Program tersebut telah dilaksanakan di tujuh lokasi yang tersebar di tujuh kecamatan. Dalam pelaksanaannya, masing-masing kecamatan memilih satu desa sebagai lokasi pemeriksaan terintegrasi.
Sementara itu, pelaksanaan CKG secara umum terus diperluas melalui berbagai kelompok sasaran, termasuk instansi, sekolah, dan kelompok masyarakat.
Dari total 157 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Trenggalek, pelaksanaan CKG terintegrasi masih dilakukan secara bertahap.
Antusiasme warga terhadap layanan tersebut salah satunya terlihat dalam kegiatan di Kecamatan Pogalan. Warga tetap mendaftar dalam jumlah besar meski panitia telah menyesuaikan peserta dengan keterbatasan kapasitas alat pemeriksaan.
Bagi masyarakat, CKG memberikan kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Salah seorang peserta, Satirin, warga RT 15/RW Desa Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan, mengikuti pemeriksaan tersebut untuk pertama kalinya. Pria berusia 77 tahun itu mengatakan dirinya mendapatkan sejumlah pemeriksaan kesehatan, mulai dari tekanan darah, berat badan hingga kadar gula darah.
“Tadi juga diperiksa tensi 120, kemudian berat badan 46 kilogram. Kalau dari tes gula 109,” ujar Satirin.
Ia juga mengikuti skrining tuberkulosis (TBC). Berdasarkan pemeriksaan yang dijalaninya, Satirin mengatakan tidak ditemukan indikasi penyakit tersebut.
“Tadi juga dicek skrining TBC, alhamdulillah tidak ada, sehat,” paparnya.
Satirin mengaku selama ini biasanya memeriksakan diri ketika mengalami keluhan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan kepada tenaga kesehatan di sekitar tempat tinggalnya.
“Ini baru pertama kali. Sebelumnya periksa kalau tidak sehat atau mumet, ke mantri,” ujarnya.
Ia menilai program CKG memberikan manfaat bagi masyarakat karena pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan secara gratis.
“Kalau ini cukup terbantu karena gratis,” kata dia.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement