Kabar TrenggalekKabar Trenggalek
Kabar TrenggalekKabar Trenggalek

Press ESC / Click X icon to close

My Account

Lebaran Idulfitri 2025, Pennitipan Sepeda Motor di Trenggalek Sepi

  • 03 Apr 2025 12:00 WIB
  • Google News

    KBRT - Jasa penitipan sepeda motor yang biasanya ramai pada waktu mudik hingga hari raya kini mengalami penurunan pengguna. Tidak seperti tahun sebelumnya, garasi penitipan sepeda motor di Trenggalek terasa lebih longgar.

    Hal ini dirasakan oleh Viki Putra (26), pemilik jasa penitipan sepeda motor di seberang barat Terminal Bus Surodakan, Trenggalek. Ia mengatakan jumlah pengguna jasa penitipannya turun cukup banyak dibandingkan tahun lalu, yang sempat memenuhi garasi.

    "Penitipan motor di sini mampu menampung 80 sepeda motor. Tapi kali ini, hanya sekitar 50 sepeda motor yang dititipkan," ungkapnya saat ditemui pada Sabtu (29/3/2025).

    Viki merupakan warga asli Desa Tugu. Sejak kecil, ia menetap di Surodakan dan membantu menjaga toko yang beroperasi selama 24 jam bersama ayahnya. Sementara itu, jasa penitipan sepeda motor baru ia buka sejak 2016.

    "Kebanyakan pengguna jasa penitipan pada momen Lebaran ini adalah pekerja yang ingin merantau dan mudik ke Surabaya selama beberapa hari menggunakan bus. Untuk biaya penitipan, saya tetapkan Rp3.000 per hari," jelasnya.

    ADVERTISEMENT
    Migunani

    Viki memastikan keamanannya terjamin meskipun ia mengelola sendiri usaha tersebut. Selama enam tahun beroperasi, ia tidak pernah mengalami kehilangan atau pencurian sepeda motor.

    "Namun, tempat ini pernah dijadikan penitipan oleh pelaku pencurian sepeda motor. Saya sendiri tidak tahu, tetapi Polres Trenggalek sudah tiga kali datang ke sini untuk mencari motor curian. Kejadian terakhir terjadi pada 2022," tandasnya.

    Dalam sistem penitipannya, Viki menjelaskan bahwa pemilik motor akan diberikan nomor sebagai tanda kepemilikan. Selain itu, ia mencatat tanggal dan waktu sepeda motor dititipkan agar dapat dicocokkan saat pengambilan.

    "Jika saat pengambilan motor pelanggan tidak membawa nomor yang saya berikan, maka saya akan meminta Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) untuk dicocokkan dengan kondisi sepeda motor. Jika STNK juga tidak ada, saya terpaksa menyuruh pelanggan untuk pulang mengambil Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) demi membuktikan kepemilikan," pungkasnya.

    Kabar Trenggalek - Sosial

    Editor:Zamz

    ADVERTISEMENT
    Lodho Ayam Pak Yusuf