TRENGGALEK - Perkembangan esports di Trenggalek makin terasa “hidup”. Turnamen lokal yang digelar komunitas jadi ruang baru buat para gamer unjuk skill, sekaligus mengasah mental tanding. Ajang ini diikuti berbagai tim, termasuk pemain usia sekolah, dan menjadi indikator bahwa ekosistem esports di daerah terbentuk.
Penyelenggara turnamen dan Owner Cafe Oasis and Pool, Ahmad Maroziq, menyebut tingginya minat anak muda terhadap game kompetitif jadi alasan utama event ini digelar. Ia melihat esports bukan sekadar hiburan, tapi sudah berkembang menjadi ruang kompetisi yang serius.
“Kami melihat esports bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga potensi besar untuk berkembang. Tujuan kami adalah menyediakan wadah yang positif, mempererat silaturahmi komunitas, serta menghadirkan hiburan menarik di Cafe Oasis and Pool,” ujarnya.
Pemilihan game yang dipertandingkan pun tidak asal. Penyelenggara mempertimbangkan popularitas dan potensi kompetitif agar pertandingan tetap seru ditonton.
“Kami memilih game yang memang diminati banyak kalangan dan memiliki sistem pertandingan yang seru, sehingga tidak hanya menarik bagi peserta tetapi juga penonton,” tambahnya.
Di balik jalannya turnamen, tantangan teknis juga jadi perhatian. Mulai dari kestabilan jaringan hingga kesiapan perangkat harus dipastikan agar pertandingan berjalan lancar. Sementara dari sisi non-teknis, koordinasi peserta hingga menjaga sportivitas juga menjadi pekerjaan tersendiri.
“Semua itu menjadi bagian dari proses agar event berjalan lancar dan profesional, kami juga mengandeng salah satu provider penyedia jasa jaringan untuk memperkuat jaringan saat turnamen berlangsung,” katanya.
Dukungan terhadap esports di Trenggalek juga mulai terlihat. Wakil Sekretaris Umum ESI Kabupaten Trenggalek, Wildan Bisri, menyebut kegiatan ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan esports di daerah,” ujarnya, merujuk pada kehadiran Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Trenggalek dalam kegiatan tersebut.
Menariknya, turnamen kali ini menggunakan format berbeda. Juara pada edisi sebelumnya tidak diperbolehkan ikut kembali, sehingga membuka ruang bagi tim baru untuk naik ke permukaan.
“Ini juga menjadi langkah strategis untuk mencari bibit-bibit baru di dunia esports Trenggalek,” jelasnya.
Hasilnya, muncul juara baru dari tim Fighter Sport Apparel. Bahkan, sejumlah pemain yang tampil masih berstatus pelajar SMP, menunjukkan potensi regenerasi atlet esports di Trenggalek cukup menjanjikan.
“Ini menjadi peluang besar bagi ESI untuk menjaring dan membina talenta-talenta muda yang nantinya bisa berprestasi di level yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Ke depan, turnamen ini direncanakan terus berlanjut dengan format yang akan terus dievaluasi agar semakin kompetitif.
“Saya berharap peserta bisa menjunjung tinggi sportivitas dan menikmati pertandingan. Ke depannya, kami ingin event ini semakin besar, rutin diadakan, dan mampu melahirkan pemain-pemain berbakat dari ESI Kabupaten Trenggalek,” ujar Ahmad.
Kabar Trenggalek - Olahraga
Editor: Zamz




















