Debut Langsung Juara, Gamer Trenggalek Taklukkan Turnamen Esports UM
Gamer asal Trenggalek juara eFootball di turnamen esports UM. Debut pertama langsung menang, kunci sukses ada di mental dan konsistensi.
23 Apr 2026 • 14:00 WIB
Gamer Trenggalek menang di turnamen game Universitas Negeri Malang. KBRT/Wildan
Ringkasan
- Gamer Trenggalek juara eFootball di turnamen UM
- Debut pertama langsung raih posisi puncak
- Mental dan konsistensi jadi kunci kemenangan
TRENGGALEK - Turnamen esports yang dilaksanakan UKM Esports Universitas Negeri Malang (UM) jadi panggung unjuk skill para gamer muda dari berbagai daerah. Dari lima game yang dipertandingkan, nama Muhammad Diki Candra asal Trenggalek mencuri perhatian setelah sukses menyabet juara pertama di nomor eFootball, padahal ini jadi debut pertamanya di ajang kompetitif.
Kompetisi ini berlangsung dalam dua tahap, dimulai dari babak kualifikasi online pada 13–17 April 2026, lalu berlanjut ke partai final pada 18 April 2026 yang juga menjadi momen penentuan juara.
“Karena ini adalah turnamen pertama saya, saya tentu saja merasa sangat senang dan bangga dengan pencapaian ini. Sebenarnya saya juga tidak berekspektasi akan bisa sampai meraih juara,” ujarnya.
Advertisement
Diki yang juga aktif sebagai pengurus ESI Kabupaten Trenggalek mengaku tidak punya target muluk saat awal ikut kompetisi. Namun, permainan yang stabil dan kemampuannya membaca pola lawan jadi kunci kemenangana.
“Kunci utama saya ada di konsistensi dan membaca permainan lawan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa faktor mental justru lebih menentukan dibanding sekadar kemampuan teknis, terutama saat pertandingan berjalan tidak sesuai rencana.
“Tantangan terberat ada di mental. Sebagai pemain kita harus selalu tenang dalam segala situasi, apalagi di saat posisi kita lagi tertinggal. Di situlah mental lebih berbicara daripada skill,” jelasnya.
Menurutnya, eFootball bukan game yang bisa dimenangkan dengan gaya bermain terburu-buru. Dibutuhkan kesabaran dan keputusan yang tepat di setiap momen.
“Menurut saya, eFootball punya tingkat persaingan yang ketat. Banyak pemain yang sudah paham gameplay dan taktik. Game ini lebih butuh kesabaran sama pengambilan keputusan yang tepat,” katanya.
Turnamen ini mempertandingkan lima game populer, yakni Free Fire, eFootball, PUBG, Mobile Legends, dan Valorant. Antusiasme peserta terlihat sejak fase kualifikasi hingga babak final.
Menutup perbincangan, Diki membagikan pesan buat gamer lain yang ingin berkembang di dunia esports.
“Pahami alur permainan, jangan terlalu terburu-buru dalam game. Sering lakukan evaluasi agar kita bisa lebih improve dalam permainan,” ujarnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Gamer Trenggalek Unjuk Skill, Kompetisi Console Ini Jadi Gengsi Komunitas
Meta Baru Esports Trenggalek, Juara Lama Tersingkir Buka Jalan Pro Player Baru
Turnamen eFootball Mobile Ramai Peserta, Banyak Gamer Trenggalek Adu Kesaktian
Didukung Infrastruktur Jaringan, Esports Trenggalek Proyeksi Jadi Olahraga Cepat Dongkrak Prestasi
ESI Trenggalek Gaspol Pembinaan Atlet, Target Emas Porprov 2027