KBRT - Jumlah sulingan minyak daun cengkeh di Watulimo mengalami penurunan. Faktor cuaca dan curah hujan yang tinggi membuat produksi minyak daun cengkeh turun. Rata-rata, dalam sekali suling, para penyuling saat ini hanya mendapatkan sekitar 8 liter minyak, berbeda dari musim kemarau sebelumnya yang bisa mencapai 13 liter sekali suling.
"Saat ini jumlah hasil sulingan minyak mengalami penurunan, mungkin karena hujan. Sekarang sekali suling rata-rata hanya dapat 8 liter, kalau sebelum musim penghujan bisa mencapai 13 liter. Penurunan ini sudah berlangsung sekitar empat bulan terakhir," ujar Adi Senyo, penyuling minyak daun cengkeh asal Watulimo.
Menurut Adi Senyo, dalam sekali suling ia membutuhkan sekitar 5 kwintal daun cengkeh untuk diproduksi. Namun, saat musim penghujan seperti sekarang, kualitas daun cengkeh mengalami penurunan yang menyebabkan kandungan zat minyak dalam daun berkurang.
"Sekali suling itu butuh 5 kwintal daun, tapi hasil minyaknya tergantung kualitas daun. Kualitas daun cengkeh sangat dipengaruhi musim. Saat musim penghujan, kualitas daun turun dan jumlahnya juga berkurang, sedangkan saat musim kemarau hasilnya jauh lebih baik," terangnya.
Proses penyulingan minyak dari daun cengkeh ini memakan waktu kurang lebih enam jam. Proses dimulai dengan merebus air dalam tungku hingga mendidih. Setelah itu, daun cengkeh dimasukkan ke bagian atas tungku yang posisinya berada di atas air mendidih dengan lapisan pemisah, sehingga daun dikukus. Uap dari kukusan daun cengkeh kemudian dialirkan melalui pipa ke rendaman air untuk didinginkan. Setelah minyak mendingin, minyak dialirkan ke saringan untuk dipanen.
"Proses penyulingan ini seperti mengukus daun cengkeh, lalu uap dari kukusan itulah yang menghasilkan minyak. Dalam sekali suling membutuhkan waktu sekitar enam jam. Dalam sehari, proses penyulingan bisa dilakukan satu hingga dua kali," tandasnya.
Daun cengkeh biasanya didapat melalui pengepul dengan harga kering Rp2.000 per kilogram. Setiap hari, para pengepul membeli daun dari petani cengkeh yang mengumpulkan daun-daun rontok. Saat ini, harga minyak daun cengkeh mencapai Rp180 ribu per liter.
Minyak daun cengkeh memiliki beragam manfaat, terutama dalam bidang kesehatan dan perawatan tubuh. Minyak ini dikenal memiliki sifat antiseptik, antijamur, dan analgesik yang bermanfaat untuk meredakan nyeri, mengatasi infeksi, serta mempercepat penyembuhan luka.
Selain itu, minyak daun cengkeh sering digunakan dalam aromaterapi karena aromanya yang hangat dan menenangkan, membantu meredakan stres serta meningkatkan kualitas tidur. Dalam perawatan gigi, minyak ini juga digunakan sebagai obat alami untuk meredakan sakit gigi dan menyegarkan napas. Tak hanya itu, kandungan eugenol dalam minyak daun cengkeh sering dimanfaatkan dalam industri farmasi dan kosmetik untuk berbagai produk kesehatan dan kecantikan.
Kabar Trenggalek - Ekonomi
Editor:Zamz