Kelebihan dan Kekurangan Xpeng X9, MPV Premium Dari China
30 Jul 2026 • 13:00 WIB
Kelebihan dan Kekurangan Xpeng X9, MPV Premium Dari China. Xpeng/KBRT
KBRT - Xpeng X9, merupakan MPV mewah dari china yang dibanderol dengan harga Rp1,14 miliar hingga Rp1,259 miliar per unitnya. Namun, tak semua kemawah berarti memiliki segala jenis keunggulan. Mobil pabrikan China satu ini, masih menyimpan sejumlah kekurangan yang harus diperhatikan meskipun harganya cukup mahal.
Mobil memang harus disesuaikan dengan kenyamanan dan karakteristik penggunanya. Ada yang lebih suka fitur mewah dengan teknologi tinggi, ada pula yang suka fitur simple dengan fleksibilitas yang tinggi.
Oleh karena itulah, bisa saja kekurangan kecil pada Xpeng X9 menjadi salah satu hal paling menjengkelkan yang bisa kalian temui pada sebuah mobil. Supaya kalian tidak menyesal nantinya ketika membeli mobil ini, sebaiknya kalian simak kekurangan dan kelebihannya dibawah ini:
Advertisement
Kelebihan XPENG X9
Kelincahan Bermanuver
Xpeng X9 dilengkapi sistem kemudi roda belakang aktif. Jadi, meskipun memiliki panjang bodi mencapai 5.293 mm, radius putarnya hanya 5,4 meter, setara dengan radius putar SUV ringkas.
Kelebihan ini, memudahkannya untuk melakukan putar balik atau bermanuver di gang sempit perkotaan.
Teknologi Suspensi Udara Tercanggih di Kelasnya
Mobil dari China ini, juga menggunakan Intelligent Dual-Chamber Air Suspension dengan paduan suspensi depan Double Wishbone dan belakang Multi-link H-Arm. Hasil dari spesifikasi tersebut, membuat ketinggian mobil bisa naik-turun otomatis antara 130 mm hingga 220 mm.
Menariknya lagi, suspensi ini aktif membaca kondisi jalan, memberikan bantingan yang sangat empuk dan meredam guncangan jalan bergelombang dengan sangat baik.
Fleksibilitas Bagasi
Volume bagasi Xpeng X9 mencapai 755 liter dan melonjak menjadi 2.554 liter saat baris ketiga kursinya dilipat. Mekanisme pelipatan kursi baris ketiganya pun sudah full electric dan rata lantai.
Hal ini membuat lantai bagasi benar-benar rata layaknya lantai rumah tanpa ada tonjolan kursi yang mengganggu muatan besar.
Efisiensi Kelistrikan
Dibangun di atas platform 800V XPower Electric Drive dengan efisiensi energi rata-rata 16,2 kWh per 100 km. Membuat mobil ini memiliki konsumsi daya dalam kota menembus 6,9 km/kWh, yang mana lebih irit dibanding Denza D9 yang berada di angka 6 km/kWh.
Kekurangan XPENG X9
Efek Bergoyang pada Kecepatan Tinggi
Karakter setelan Dual-Chamber Air Suspension yang cenderung mengejar kenyamanan maksimal, justru membuatnya terasa bergoyang saat melaju di jalan tol pada kecepatan 100 km/jam keatas.
Karakter ini berpotensi memicu mual bagi penumpang yang sensitif terhadap mabuk darurat kendaraan.
Kurangnya Tombol Fisik
Konsol tengah dan dasbor bersih total dari tombol fisik, memindahkan operasional ke layar sentuh utama. Meskipun terlihat canggih dan keren, hal ini sebenarnya cukup berbahaya karena memecah konsentrasi pengemudi yang matanya harus beralih dari jalanan saat mobil bergerak.
Ketergantungan Ekstrim pada Komponen Elektronik
Seluruh fungsi pintu geser, pelipatan kursi, pembukaan bagasi, hingga pendingin kulkas kabin dioperasikan secara elektrik penuh. Jika terjadi malfungsi pada sistem kelistrikan atau sekring 12V melemah, kalian hanya akan bisa bengong dan bingung dengan sistem manual yang sangat sedikit.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement