Jelang Kurban, Warga Durenan Trenggalek Belajar Tata Cara Penyembelihan Sesuai Syariat

Pelatihan Juru Sembelih Halal di Durenan Trenggalek disambut antusias warga. Peserta belajar fikih hingga praktik langsung menyembelih hewan.

Jelang Kurban, Warga Durenan Trenggalek Belajar Tata Cara Penyembelihan Sesuai Syariat

Warga belajar sembelih hewan menjelang perayaan kurban Idul Adha. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Warga Dempok Lor ikut pelatihan Juleha menjelang Idul Adha
  • Materi tak hanya teori, peserta juga praktik menyembelih langsung
  • GP Ansor Karanganom ingin mushola kembali ramai kegiatan positif

DURENAN, TRENGGALEK - Malam itu Mushola Al-Ikhlas di Dusun Dempok, Desa Karanganom, Kecamatan Durenan, Trenggalek tampak berbeda dari biasanya. Bukan pengajian rutin atau tahlilan, melainkan warga serius memperhatikan gambar anatomi leher kambing yang tampil di layar proyektor.

Dari bapak-bapak hingga pemuda duduk berjejer sambil sesekali berdiskusi. Mereka sedang mengikuti pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar GP Ansor Karanganom bersama Penyuluh Agama KUA Durenan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Bukan sekadar teori, peserta juga diajak praktik langsung cara menyembelih hewan sesuai syariat Islam.

Advertisement

Ketua Takmir sekaligus Imam Mushola Al-Ikhlas, Ismanto, mengatakan kegiatan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Menurutnya, banyak warga yang sebelumnya hanya tahu praktik penyembelihan secara turun-temurun, kini mulai memahami dasar fikih dan standar halal secara lebih benar.

“Alhamdulillah menambah pencerahan bagi orang yang berkurban dan yang menyembelih. Tanggapannya dari Warga Dempok Lor baik, aman terkendali serta berjalan dengan lancar,” ujar Ismanto, Minggu (23/05/2026) malam.

Selama kurang lebih satu setengah jam, peserta mendapat materi mulai dari tata cara penyembelihan, posisi hewan, penggunaan alat sembelih, hingga bagian saluran yang wajib terputus saat penyembelihan.

Materi disampaikan oleh Penyuluh Agama KUA Durenan, Hermawan Faisal, yang juga dikenal sebagai pengajar keagamaan di wilayah tersebut.

Menurut Ismanto, gaya penyampaian yang santai dan mudah dipahami membuat warga antusias mengikuti kegiatan sampai selesai.

“Dari penjelasan pemateri Mas Hermawan Faisal Alhamdulillah bisa difahami oleh masyarakat. Harapan dengan adanya pelatihan ini mudah-mudahan ya masyarakat sini semua bisa mengamalkan,” katanya.

Tak cuma menambah ilmu, kegiatan seperti ini juga dinilai jadi cara sederhana menghidupkan kembali mushola yang mulai jarang dipakai aktivitas generasi muda.

Sementara itu, Ketua GP Ansor Karanganom Ahmad Baha’uddin mengatakan pelatihan Juleha sengaja dipilih karena dekat dengan momentum Idul Adha sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ia mengaku bersyukur kegiatan tersebut mendapat respons positif dari warga dan berlangsung cukup interaktif.

“Alhamdulillah bisa berjalan lancar. Animo dari masyarakat juga bagus, mereka memberikan komentar positif terkait acara acara yang sudah dilakukan oleh teman-teman Ansor. Kemudian disupport oleh elemen masyarakat,” jelas Baha’.

Mahasiswa Magister UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung itu menilai pelatihan seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya bisa menyembelih, tetapi juga memahami aspek fikih dan standar halal secara benar.

Selain itu, kegiatan keagamaan yang dikemas lebih praktis dan aplikatif dianggap mampu menarik minat masyarakat untuk kembali meramaikan rumah ibadah.

“Mereka juga bersyukur acara ini bisa menjadi wasilah untuk memakmurkan mushola dan masjid setempat,” imbuhnya.

Untuk memastikan materi benar-benar sesuai syariat, pihak Ansor menghadirkan pemateri yang memang memiliki kompetensi di bidang penyuluhan agama dan penyembelihan halal.

“Untuk pemateri beliau adalah Ustadz Hermawan Faisal beliau seorang muallim (pengajar) dan juga salah satu penyuluh di KUA Kecamatan Durenan,” ujarnya.

Pelatihan ditutup sekitar pukul 22.00 WIB dengan sesi praktik langsung di halaman mushola. Panitia menyediakan dua ekor bebek sebagai media latihan penyembelihan halal.

Warga tampak serius memperhatikan setiap tahapan, mulai cara memegang pisau hingga memastikan saluran leher hewan benar-benar terputus sesuai ketentuan syariat.

Bagi GP Ansor Karanganom, kegiatan semacam ini diharapkan tak berhenti di pelatihan Juleha saja. Ke depan mereka ingin menghadirkan lebih banyak program edukatif yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Harapan kedepannya tentu acara acara yang positif seperti Juleha ini bisa terus kita lestarikan. Mungkin acara acara bisa berupa pelatihan pelatihan yang lain yang bisa mengedukasi kepada masyarakat setempat,” ujar Baha’.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait