Jalan Rusak Puluhan Tahun, Warga Trenggalek Pasang Baliho Sindiran Kepada Pejabat
Warga Wonocoyo memasang banner sindiran setelah jalan Ngetal–Kampak kerap jadi “sungai” saat hujan selama 15 tahun.
21 Nov 2025 • 20:00 WIB
Warga pasang banner sindiran kepada pejabat. KBRT/Zamz
Ringkasan
- alan Wonocoyo berubah seperti sungai saat hujan selama lebih dari 15 tahun.
- Warga memasang banner hasil iuran sebagai bentuk protes
KBRT – Warga RT 5 Desa Wonocoyo, Kecamatan Pogalan, Trenggalek memasang banner sindiran sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan raya di wilayah mereka yang setiap musim hujan berubah menjadi genangan besar layaknya sungai.
Situasi yang terjadi lebih dari 15 tahun itu kerap mengganggu aktivitas warga, memicu kemacetan, hingga menyebabkan kecelakaan.
Banner hasil iuran warga tersebut dipasang di sepanjang ruas jalan Ngetal–Kampak atau Ngetal–Gandusari. Spanduk-spanduk itu menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.
Advertisement
Joko Santoso, warga setempat, mengatakan bahwa genangan selalu muncul setiap kali hujan turun akibat drainase yang tidak berfungsi optimal.
“Jalan raya ini selalu berubah menjadi sungai karena banjir setiap musim penghujan. Motor dan mobil sering mogok, bahkan kadang terjadi kecelakaan. Kami juga kasihan pada pengguna jalan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi serupa sudah berlangsung lebih dari satu dekade namun belum ada penanganan yang tuntas.
“Kondisi seperti ini sudah terjadi sekitar 15 tahun. Sampai sekarang, kami belum melihat penanganan yang betul-betul menyelesaikan masalah,” tambahnya.
Joko menjelaskan bahwa pemasangan banner dilakukan secara swadaya. Warga mengumpulkan iuran untuk mencetak dan memasang baliho tersebut sebagai desakan kepada pemerintah.
“Banner itu murni hasil iuran warga. Kami bergerak secara swadaya karena sudah terlalu lama menunggu respons,” jelasnya.
Sebelum memasang banner, warga juga sempat melakukan normalisasi parit secara mandiri dengan meminjam alat berat dari pengusaha setempat.
Langkah itu dilakukan untuk memperlebar parit yang sebelumnya berupa galian tanah dan tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
“Itu semua dilakukan warga secara swadaya,” imbuhnya.
Aksi warga akhirnya mendapat respons dari pemerintah daerah. Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, turun langsung meninjau lokasi banjir pada Minggu lalu.
Warga menyambut positif kunjungan tersebut karena mendapat informasi bahwa perbaikan jalan dan pembangunan drainase sudah direncanakan.
“Alhamdulillah, kemarin Ketua DPRD Trenggalek sudah meninjau langsung dan memberikan tanggapan serius. Insyaallah proyek akan direncanakan dan dikawal sampai betul-betul terlaksana,” kata Joko.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
TAGS
Advertisement
Artikel Terkait
Sempat Kena Protes Ditanami Pohon Pisang, Kini Jalan Wonoanti Gandusari Diperbaiki
Pemkab Trenggalek Pastikan Perbaikan Drainase Wonocoyo, Tender Proyek Hampir Rampung