Diduga Karena Puntung Rokok, Kebun 3,5 Hektare di Kecamatan Panggul Terbakar

Diduga puntung rokok jadi penyebab kebakaran kebun 3,5 hektare di Desa Gayam, Panggul, dengan kerugian ditaksir Rp25 juta.

Diduga Karena Puntung Rokok, Kebun 3,5 Hektare di Kecamatan Panggul Terbakar

Kebakaran Hutan di Trenggalek yang menyebabkan lahan 3,5 hektare ludes. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Kebun seluas 3,5 hektare di Dusun Krajan, Desa Gayam, Panggul, ludes terbakar
  • BPBD konfirmasi penyebab kebakaran adalah puntung rokok yang dibuang sembarangan
  • Kerugian materi ditaksir Rp25 juta, tidak ada korban jiwa, api padam dalam 3,5 jam

TRENGGALEK – Kebun bambu, cengkeh, sengon, durian, dan kelapa milik warga Dusun Krajan, Desa Gayam, Kecamatan Panggul, ludes terbakar, Senin (13/7/2026) pagi. Penyebab kebakaran diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan, hingga merembet dan menghanguskan lahan seluas 3,5 hektare.

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 09.00 WIB, saat seorang warga, Sriatun, melihat kepulan api membubung tinggi dari belakang rumahnya. Ia langsung bergegas ke lokasi sekaligus menghubungi instansi terkait dan kepala desa setempat untuk meminta bantuan.

Tak sampai satu jam kemudian, tim gabungan sudah turun ke lapangan. Menurut keterangan Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono, personel TNI, Polsek Panggul, BPBD, dan Damkar tiba di lokasi sekitar pukul 09.35 WIB bersama satu unit mobil pemadam untuk menjinakkan kobaran api yang sudah merembet ke kebun-kebun berdekatan.

Advertisement

"Tiga kebun yang terdampak adalah milik Musono (57), warga RT 07 RW 03 Dusun Krajan; Kun (50), warga RT 05 RW 02 Dusun Krajan; dan Slamet (54), warga RT 08 RW 04 Dusun Tlagi. Kerugian materi dari ketiganya ditaksir mencapai Rp25 juta, dan Stefanus memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," kata Stefanus.

Proses pemadaman melibatkan banyak pihak: dari unsur keamanan ada Waka Polsek Panggul Ipda Suryono bersama enam anggotanya serta personel Koramil setempat; dari pemerintahan ada Kepala Desa Gayam Suparli beserta perangkat kecamatan; sementara dari unsur masyarakat turut membantu petugas kehutanan, anggota Pramuka Peduli Kwaran Panggul, dan warga sekitar.

"Berkat kerja sama itu, api akhirnya padam total pada pukul 12.30 WIB — sekitar tiga setengah jam sejak titik api pertama kali terlihat, dan api diduga karena ada warga yang buang puntung rokok," paparnya.

Kebakaran di Gayam ini bukan insiden karhutla pertama di Trenggalek dalam sepekan terakhir. Beberapa hari sebelumnya, kebakaran juga melanda kawasan Gunung Orak-Arik di Desa Ngetal, Kecamatan Pogalan, yang menghanguskan lahan sekitar 3 hektare didominasi rumpun bambu dan semak kering. I

nsiden karhutla lain juga tercatat di Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan, sesuai catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Tren peningkatan kejadian ini sejalan dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak musim kemarau di Jawa Timur, termasuk Trenggalek, diperkirakan berlangsung pada Juli hingga Agustus 2026, dengan cuaca cerah dan kelembapan rendah yang meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Menyikapi kondisi ini, jajaran Polres Trenggalek sebelumnya juga telah mengintensifkan patroli ke kawasan rawan kebakaran serta mengerahkan ratusan personel Bhabinkamtibmas untuk sosialisasi pencegahan karhutla ke desa-desa di wilayah kabupaten tersebut.

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait