KBRT - Cyberbullying atau pembulian melalui media digital telah marak terjadi seperti komentar negatif yang bisa mengakibatkan kerugian pada korban.
Hampir tidak ada cara untuk menghindari cyberbullying karena remaja dan anak-anak selalu bersinggungan dengan media sosial. Namun, peran orangtua yang selalu mendampingi anak dan peka terhadap situasi dapat menjadi penolong anak melalui cyberbullying.
Dilansir dari buku Cara Mengajarkan Literasi Digital Untuk Mencegah Cyberbullying Dan Kekerasan Online karya Gekarsa, berikut tanda-tanda anak terlibat dalam cyberbullying.
Daftar Isi [Show]
- Perubahan Perilaku yang Drastis
- Menunjukkan Kecemasan atau Stres yang Tidak Biasa saat Menggunakan Gawai
- Menjadi Tertutup atau Menarik Diri Secara Sosial
- Menunjukkan Perilaku Agresif atau Menyimpang:
- Menunjukkan Perubahan dalam Prestasi Akademis
- Menunjukkan Tanda-tanda Trauma atau Gangguan Mental
- Menunjukkan Penurunan Harga Diri atau Rasa Percaya Diri
- Menunjukkan Tanda-tanda Perilaku Merusak Diri atau Mengancam Bunuh Diri
Perubahan Perilaku yang Drastis
Salah satu tanda pertama bahwa seorang anak mungkin terlibat dalam cyberbullying adalah perubahan perilaku yang tiba-tiba dan tidak biasa. Ini bisa termasuk perubahan dalam suasana hati, kebiasaan tidur, atau minat mereka terhadap kegiatan sosial atau hobi yang mereka nikmati sebelumnya.
Anak-anak yang terlibat dalam cyberbullying mungkin menunjukkan tanda-tanda kecemasan atau stres yang tidak biasa saat menggunakan perangkat elektronik. Ini bisa termasuk gelisah saat menerima pesan atau pemberitahuan, atau menutup cepat-cepat layar saat orang lain mendekati mereka.
Menjadi Tertutup atau Menarik Diri Secara Sosial
Anak-anak yang menjadi korban atau pelaku cyberbullying seringkali menjadi lebih tertutup atau menarik diri secara sosial. Mereka mungkin menghindari interaksi dengan teman-teman atau keluarga, atau menarik diri dari kegiatan sosial yang biasa mereka ikuti.
Anak-anak yang terlibat dalam cyberbullying mungkin menunjukkan perilaku agresif atau menyimpang, baik secara online maupun offline. Ini bisa termasuk meningkatnya kecenderungan untuk bertengkar atau berdebat dengan teman-teman, atau bahkan melakukan tindakan fisik yang agresif.
Cyberbullying dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan emosional dan mental seorang anak, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi prestasi akademis mereka. Anak-anak yang terlibat dalam cyberbullying mungkin mengalami penurunan dalam konsentrasi, motivasi, atau minat terhadap sekolah dan belajar.
Cyberbullying dapat menyebabkan dampak psikologis yang serius pada anak-anak, termasuk gangguan mental seperti kecemasan, depresi, atau PTSD. Anak-anak yang terlibat dalam cyberbullying mungkin menunjukkan tanda-tanda trauma atau gangguan mental seperti mimpi buruk, perubahan dalam pola makan atau tidur, atau peningkatan kecemasan atau ketegangan.
Salah satu dampak yang paling merusak dari cyberbullying adalah penurunan harga diri dan rasa percaya diri anak-anak. Mereka mungkin mulai meragukan nilai diri mereka sendiri, merasa tidak berharga, atau bahkan l mulai mempertanyakan apakah mereka pantas untuk dicintai atau dihormati oleh orang lain.
Cyberbullying dapat meningkatkan risiko perilaku merusak diri atau bahkan mengancam bunuh diri pada anak-anak yang terlibat. Mereka mungkin mulai menunjukkan tanda-tanda seperti isolasi diri, perubahan dalam perilaku makan atau tidur, atau memberikan pernyataan atau tindakan yang mengindikasikan bahwa mereka berpikir untuk melukai diri sendiri.
Mengetahui tanda-tanda ini dapat membantu orang tua, guru, dan pendidik untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah cyberbullying dengan cepat dan efektif. Ini memungkinkan untuk memberikan dukungan yang tepat kepada anak-anak yang terlibat dalam cyberbullying, serta mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya lebih lanjut.
Kabar Trenggalek - Edukasi
Editor:Lek Zur