KBRT - Cyberbullying adalah penggunaan teknologi digital untuk menyebarkan pesan atau perilaku yang merugikan atau mengintimidasi individu atau kelompok. Ini bisa terjadi melalui pesan teks, email, media sosial, atau platform online lainnya.
Sedangkan kekerasan online mencakup segala bentuk perilaku agresif atau merugikan yang dilakukan melalui internet, termasuk ancaman, pelecehan, atau penyebaran konten berbahaya.
Dilansir dari buku Cara Mengajarkan Literasi Digital Untuk Mencegah Cyberbullying Dan Kekerasan Online karya Gekarsa, berikut adalah dampak dari Cyberbullying pada anak dan remaja.
Dampak Cyberbullying pada Anak dan Remaja
Mendalami dampak cyberbullying pada anak dan remaja adalah langkah yang penting dalam upaya pencegahan dan penanggulangan masalah ini. Cyberbullying bukanlah sekadar masalah yang bisa diabaikan. Ini memiliki dampak yang sangat serius, bahkan bisa berujung pada konsekuensi yang tragis.
Anak dan remaja merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap cyberbullying. Masa remaja adalah periode di mana individu sedang mengembangkan identitas mereka dan mencari tempat mereka dalam masyarakat.
Teror digital yang terjadi melalui cyberbullying bisa sangat mengganggu proses ini. Mereka mungkin merasa terisolasi, takut, dan cemas. Dalam banyak kasus, anak-anak dan remaja yang menjadi korban cyberbullying mengalami penurunan kesejahteraan mental dan emosional.
Mereka mungkin mengalami depresi, kecemasan, bahkan memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri. Beberapa kasus yang sangat tragis telah terjadi di mana korban cyberbullying mengakhiri hidup mereka karena tekanan yang mereka alami secara online.
Selain dampak kesejahteraan mental, cyberbullying juga dapat mempengaruhi performa akademis dan interaksi sosial anak-anak dan remaja.
Mereka mungkin merasa tidak nyaman untuk pergi ke sekolah atau berinteraksi dengan teman-teman mereka karena takut akan menjadi sasaran cyberbullying. Hal ini dapat mengganggu proses belajar dan menghambat perkembangan sosial mereka.
Tidak hanya itu, tetapi dampak cyberbullying juga bisa berlangsung dalam jangka panjang. Trauma yang dihasilkan dari pengalaman cyberbullying dapat membekas dalam pikiran anak-anak dan remaja selama bertahun-tahun.
Mereka mungkin mengalami kesulitan dalam membangun hubungan yang sehat, mempercayai orang lain, atau merasa percaya diri dalam menghadapi tantangan hidup. Oleh karena itu, memahami secara mendalam dampak cyberbullying pada anak dan remaja adalah langkah awal yang penting dalam merancang strategi pencegahan yang efektif.
Kita perlu menyadari betapa seriusnya dampak ini dan berkomitmen untuk melindungi anak-anak dan remaja dari bahaya cyberbullying. Hanya dengan pemahaman yang mendalam tentang masalah ini, kita dapat merancang solusi yang tepat dan membangun lingkungan online yang lebih aman dan inklusif bagi semua orang.
Prevalensi cyberbullying terus meningkat secara signifikan di seluruh dunia. Sebuah survei global yang melibatkan ribuan responden menemukan bahwa sekitar satu dari empat anak menjadi korban cyberbullying. Ini adalah angka yang mengkhawatirkan, mengingat dampak negatif yang bisa ditimbulkan oleh pengalaman cyberbullying pada kesejahteraan mental dan emosional anak-anak.
Kabar Trenggalek - Edukasi
Editor:Lek Zur