Bendungan Bagong Selangkah Lagi Dibangun, Puluhan Pemilik Lahan di Bendungan Terima Ganti Kerugian
Proyek Bendungan Bagong di Trenggalek memasuki tahapan penting setelah 30 bidang tanah menerima pembayaran ganti kerugian pengadaan lahan.
06 May 2026 • 16:35 WIB
Rapat pemberian ganti untung Bendungan Bagong Trenggalek. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Sebanyak 30 bidang tanah terdampak Bendungan Bagong menerima pembayaran ganti kerugian.
- Tahap pengadaan lahan menjadi langkah penting sebelum pembangunan fisik proyek berjalan.
- Bendungan Bagong diproyeksikan mendukung irigasi, air baku, pengendalian banjir, dan ketahanan pangan.
TRENGGALEK – Proses pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek terus bergerak maju. Salah satu tahapan krusial baru saja dilalui setelah puluhan pemilik lahan terdampak proyek menerima pembayaran ganti kerugian dari pemerintah.
Pembayaran tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan. Sebanyak 30 bidang tanah yang telah memenuhi persyaratan administrasi masuk dalam tahap pencairan ganti kerugian.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam proses pengadaan tanah yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan Bendungan Bagong, salah satu proyek infrastruktur strategis di Trenggalek.
Advertisement
Kegiatan pembayaran dipimpin Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Trenggalek, Heru Setiyono. Sejumlah pihak turut hadir dalam agenda tersebut, mulai dari pemerintah desa, unsur Forkopimcam Bendungan, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Brantas, hingga pihak perbankan yang terlibat dalam proses pencairan dana.
Melalui tahapan ini, pemilik lahan yang terdampak pembangunan menerima hak mereka sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku dalam pengadaan tanah untuk kepentingan umum.
Proses ganti kerugian menjadi salah satu faktor penting agar pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan. Selain memberikan kepastian kepada masyarakat, tahapan tersebut juga menjadi penanda bahwa proses persiapan proyek terus berjalan.
Bendungan Bagong sendiri diproyeksikan memiliki sejumlah manfaat bagi masyarakat Trenggalek. Selain mendukung kebutuhan irigasi pertanian, bendungan ini juga diharapkan mampu memperkuat pasokan air baku, mengurangi risiko banjir, hingga menopang sektor pertanian yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi daerah.
Keberadaan bendungan tersebut juga dipandang strategis dalam mendukung ketahanan pangan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan pengelolaan sumber daya air yang lebih efektif.
Kantor Pertanahan Kabupaten Trenggalek menyebut proses pengadaan tanah terus dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum bagi masyarakat yang terdampak proyek.
Dengan berjalannya pembayaran ganti kerugian terhadap puluhan bidang tanah tersebut, progres pembangunan Bendungan Bagong kini memasuki fase yang semakin dekat dengan realisasi pembangunan fisik di lapangan.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement