TRENGGALEK - Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Bendungan Bagong, Trenggalek, dipastikan berjalan tanpa skenario “ribet”. Tidak ada penutupan jalan maupun rekayasa lalu lintas selama agenda berlangsung. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal, meski pengamanan disiapkan secara maksimal.
Sebanyak 250 personel kepolisian diterjunkan untuk mengawal kunjungan tersebut, terutama di titik-titik yang dinilai rawan kemacetan dan kerumunan.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki mengatakan, pengamanan sudah dipetakan dengan fokus pada kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.
"Kunjungan RI-2 di wilayah Kabupaten Trenggalek. Untuk personel pengamanan khususnya dari kepolisian kita menerjunkan kurang lebih 250 personel yang akan ditempatkan di lokasi-lokasi kerawan," ujar AKBP Ridwan Maliki, Rabu (29/4/2026).
Ia menegaskan, tidak ada rekayasa lalu lintas selama kunjungan berlangsung.
"Untuk rekayasa lalin sendiri tidak ada seluruhnya berjalan dengan normal," tambahnya.
Arahan dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) juga menjadi perhatian, termasuk imbauan agar tidak memasang banner penyambutan dan tidak menutup akses jalan protokol.
"Atensi dari Setmilpres yang disampaikan itu akan kita atensi dan kita tindaklanjuti di lapangan," paparnya.
Sementara itu, pihak protokol Wapres menekankan kunjungan ini dibuat senatural mungkin, tanpa perlakuan khusus di jalan.
"Kita berupaya senatural mungkin. Termasuk perjalanan dan di tempat keamanan masyarakat tidak apa-apa, hadir ramai," papar Ana.
Bahkan, disebutkan jika rombongan bertemu lampu merah, tetap akan berhenti seperti pengguna jalan lainnya.
Gibran dijadwalkan mendarat menggunakan helikopter di Stadion Menak Sopal sebelum melanjutkan perjalanan ke Bendungan Bagong. Kunjungan ini menjadi yang pertama bagi Gibran di Trenggalek.
Selain memastikan kelancaran agenda, panitia juga berharap cuaca mendukung proses pendaratan helikopter.
Bendungan Bagong sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional yang mulai dibangun sejak 2018 pada era Presiden Joko Widodo, dengan anggaran sekitar Rp2,8 triliun.
Secara fungsi, bendungan ini dirancang untuk mengatur aliran Sungai Bagong dan mendukung irigasi bagi sekitar 977 hektare lahan pertanian. Selain itu, bendungan juga berperan sebagai penyedia air baku hingga 153 liter per detik serta pengendali banjir dengan potensi reduksi hingga 78,44 persen.
Dengan kapasitas tampung mencapai 17,40 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 73,45 hektare, Bendungan Bagong juga diproyeksikan menjadi penopang sector pertanian dan pariwisata di Trenggalek.
Kabar Trenggalek - Peristiwa
Editor: Zamz





















