TRENGGALEK- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek menilai anggaran sebesar Rp1 miliar dari pemerintah daerah pada tahun ini belum mampu mendongkrak pembinaan olahraga secara maksimal.
Keterbatasan dana tersebut berdampak langsung pada dukungan terhadap cabang olahraga (cabor), yang hingga kini masih harus berjuang dengan sumber daya terbatas.
Ketua KONI Trenggalek, Doding Rahmadi, mengungkapkan bahwa dari total anggaran yang diterima, sekitar Rp550 juta dialokasikan untuk pembinaan 35 cabor.
“Pembinaan kita bagi ke 35 cabor, totalnya sekitar Rp550 jutaan. Kalau dibagi, tiap cabor hanya menerima sedikit, sehingga belum mencukupi kebutuhan,” ujarnya.
Selain pembinaan, anggaran juga digunakan untuk pemusatan latihan atlet yang akan segera digelar, serta kebutuhan operasional sekretariat, termasuk aktivitas perkantoran.
Menurut Doding, kondisi ini membuat banyak cabor belum bisa bergerak leluasa. Bahkan, sejumlah atlet terpaksa mencari tambahan biaya secara mandiri saat mengikuti kejuaraan tingkat provinsi.
“Teman-teman cabor banyak yang swadaya saat ikut kejurprov. Pemerintah memang membantu, tapi belum bisa sepenuhnya mencukupi,” jelasnya.
Menghadapi agenda besar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), KONI Trenggalek berharap adanya peningkatan anggaran agar pembinaan atlet tidak lagi setengah jalan.
Doding menyebut kebutuhan ideal anggaran olahraga di Trenggalek berada di kisaran Rp4 hingga Rp5 miliar. Angka tersebut mencakup sekitar Rp2 miliar untuk pembinaan atlet dan Rp2 miliar lainnya untuk kebutuhan pelaksanaan Porprov.
Ia mencontohkan, pada Porprov 2023 lalu, anggaran sekitar Rp2 miliar terserap habis untuk event tersebut, sehingga pembinaan atlet kurang berjalan optimal.
“Kalau anggaran hanya fokus ke Porprov, pembinaan jadi terabaikan. Padahal pembinaan itu kunci prestasi,” tegasnya.
Selain soal anggaran, KONI juga menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana latihan di masing-masing cabor. Menurutnya, peningkatan fasilitas menjadi faktor penting untuk menunjang kualitas atlet agar mampu bersaing di level lebih tinggi.
Kabar Trenggalek - Olahraga
Editor: Zamz





















