Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

Resmi Dilantik, Ketua KONI Trenggalek Bawa Jurus Baru Dongkrak Prestasi Olahraga

Ketua KONI Trenggalek periode 2026-2028 resmi dilantik. Fokus pada pembinaan atlet dan strategi baru menuju Porprov Jatim 2027.

Poin Penting

  • Ketua baru KONI Trenggalek resmi dilantik untuk periode 2026-2028
  • Fokus pada pembinaan 35 cabor dan persiapan Porprov Jatim 2027
  • Strategi baru termasuk pemusatan latihan lebih awal dan skema anggaran berbasis prestasi

TRENGGALEK - Kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Trenggalek periode 2026-2028 resmi dilantik, Kamis (23/04/2026). Ketua terpilih, Doding Rahmadi, langsung menyiapkan strategi percepatan prestasi, termasuk membidik target di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Pelantikan digelar di Pendopo Manggala Praja Nugraha dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Jawa Timur, Mochamad Nabil. Pengisian jabatan ini merupakan kelanjutan sisa masa bakti setelah ketua sebelumnya, Nurhadi, mengundurkan diri pada Agustus 2025. Proses pergantian sendiri sudah melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) pada Januari 2026.

Doding menyebut, komposisi kepengurusan kali ini tidak sepenuhnya baru. Sejumlah wajah lama tetap dipertahankan, dikombinasikan dengan figur baru untuk memperkuat organisasi.

“Pengurus pergantian antar waktu (PAW) ini untuk melanjutkan masa bakti sebelumnya. Sebagian masih pengurus lama, dan kami tambahkan beberapa orang baru untuk penguatan,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, fokus utama KONI Trenggalek adalah menggenjot performa 35 cabang olahraga (cabor). Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengelompokkan cabor berdasarkan capaian prestasi.

“Cabor unggulan itu yang sudah meraih medali di Porprov, cabor prestasi yang sudah punya capaian di kejurprov dan cabor harapan adalah cabang baru yang kita bina,” jelasnya.

Skema ini tak hanya berdampak pada pembinaan, tapi juga berpengaruh pada pembagian anggaran. Cabor dengan prestasi lebih tinggi akan mendapat porsi lebih besar.

“Anggaran berbanding lurus. Cabor unggulan akan mendapat porsi lebih besar, sementara cabor prestasi dan harapan menyesuaikan. Kalau prestasinya naik, otomatis anggarannya juga naik,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, KONI Trenggalek mulai mengubah pola persiapan menuju Porprov. Jika sebelumnya pemusatan latihan dilakukan mendekati event, kini disiapkan jauh lebih awal.

“Kalau dulu pemusatan latihan hanya dua bulan sebelum Porprov, sekarang kita siapkan satu tahun sebelumnya. Kita mulai seleksi sekitar 20 atlet yang akan dipersiapkan,” ujarnya.

Untuk mendukung program tersebut, KONI Trenggalek mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar tahun ini. Dana tersebut difokuskan pada pembinaan atlet, pemusatan latihan, hingga operasional organisasi.

Tak hanya itu, peningkatan bonus atlet juga mulai dibahas bersama pemerintah daerah sebagai bentuk apresiasi bagi peraih prestasi.

“Bonus untuk atlet rencananya akan ditingkatkan. Ini sudah ada pembahasan dengan pemerintah daerah dan tinggal dimasukkan dalam perencanaan anggaran,” katanya.

Menanggapi fenomena atlet yang pindah daerah, Doding menilai persoalan itu bukan semata soal loyalitas, melainkan komunikasi yang belum optimal.

“Bukan karena tidak punya loyalitas, tapi kadang belum ada komunikasi apakah mereka masuk tim atau tidak. Dengan pemusatan latihan ini, kita ingin memperjelas itu,” tegasnya.

Kabar Trenggalek - Olahraga

Editor: Zamz