81 Pelajar di Trenggalek Jadi Korban Kecelakaan, Polisi Kini Datangi Kafe hingga Tongkrongan Anak Muda
Satlantas Polres Trenggalek mencatat 81 anak dan pelajar menjadi korban kecelakaan selama awal 2026. Polisi gencar edukasi hingga ke kafe.
29 May 2026 • 10:00 WIB
Anak di Trenggalek menjadi korban kecelakaan. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Sebanyak 81 pelajar dan anak di Trenggalek menjadi korban kecelakaan selama awal 2026.
- Satlantas kini mendatangi kafe dan tongkrongan remaja untuk edukasi keselamatan berkendara.
- Polisi menilai penggunaan helm masih jadi pelanggaran paling sering ditemukan.
TRENGGALEK - Tongkrongan anak muda di Trenggalek kini tak cuma didatangi teman nongkrong, tapi juga polisi lalu lintas. Langkah itu dilakukan setelah angka kecelakaan yang melibatkan pelajar dan remaja di Trenggalek masih tergolong tinggi.
Selama lima bulan pertama tahun 2026, Satlantas Polres Trenggalek mencatat sebanyak 81 anak menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Meski jumlah tersebut menurun dibanding periode yang sama tahun lalu, polisi menilai situasinya masih perlu perhatian serius.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Soni Suhartanto, mengatakan kelompok usia muda masih mendominasi data korban kecelakaan di wilayahnya.
Advertisement
“Jika kita bandingkan dengan lima bulan pertama tahun 2025, angka kecelakaan tahun ini sebenarnya mengalami penurunan. Namun, hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa anak-anak muda dan anak sekolah tetap mendominasi daftar korban,” ujar AKP Soni Suhartanto.
Melihat kondisi itu, Satlantas mulai mengubah pola pendekatan. Jika sebelumnya edukasi hanya dilakukan di sekolah, kini polisi juga masuk ke kafe dan lokasi nongkrong remaja untuk menyampaikan pesan keselamatan berkendara.
“Pada tahun 2026 ini, kami sengaja membidik sekolah-sekolah dan tempat berkumpulnya anak muda seperti kafe untuk menyosialisasikan keselamatan berlalu lintas,” jelasnya.
Menurut Soni, pendekatan langsung ke ruang nongkrong dianggap lebih efektif karena banyak anak muda lebih mudah menerima pesan dengan suasana santai dibanding formal di ruang kelas.
Selain turun ke lapangan, Satlantas juga aktif membuat konten edukasi di media sosial. Bahkan, beberapa video dibuat dengan konsep yang lebih ekstrem agar pesan soal bahaya kecelakaan bisa lebih membekas.
“Kami terus memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Kadang kami mengemas konten tersebut secara lebih ekstrem agar masyarakat benar-benar sadar betapa pentingnya keselamatan berlalu lintas,” katanya.
Polisi juga masih menemukan banyak pelanggaran sederhana yang sering disepelekan pengendara, terutama soal penggunaan helm.
Padahal menurut Soni, helm menjadi perlindungan paling dasar untuk mengurangi risiko cedera fatal ketika kecelakaan terjadi.
“Kami masih sering menemukan pelanggaran kasat mata seperti pengendara yang tidak menggunakan helm. Perilaku ini sangat berbahaya karena jika terjadi kecelakaan, tingkat fatalitasnya bisa sangat tinggi,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat mulai membiasakan memakai helm meski hanya bepergian jarak dekat.
“Minimal pakai helm dulu sebagai pelindung kepala. Walaupun pengendara mungkin belum memiliki SIM atau lupa membawa surat kendaraan, penggunaan helm jauh lebih utama untuk mengurangi risiko fatal saat terjadi benturan,” imbuhnya.
Program edukasi keselamatan itu disebut tidak hanya menyasar wilayah perkotaan. Personel Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) juga rutin mendatangi sekolah-sekolah di desa hingga pelosok kecamatan di Trenggalek.
“Kami menggelar kegiatan sosialisasi ini secara terencana dan periodik. Jangkauan tim kami tidak hanya menyasar wilayah kota, melainkan menyisir hingga ke area desa dan pelosok kecamatan,” terang AKP Sani.
Satlantas berharap pendekatan yang lebih dekat dengan anak muda tersebut bisa membantu menekan angka kecelakaan pelajar di Trenggalek sepanjang 2026.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Biar Lebih Aman, Satlantas Trenggalek Lengkapi Supeltas dengan Rambu Stop
52 Lubang Mengintai di Jalur Trenggalek–Gandusari, Polisi Turun Tangan Petakan Titik Rawan
14 Hari ke Depan, Operasi Keselamatan Semeru Digelar di Trenggalek
Libur Sekolah, Pemohon SIM di Trenggalek Naik 70 Persen
Libur Panjang Menghampiri, Satlantas Polres Trenggalek Datangi Terminal Bus