Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini

Press ESC / Click X icon to close

Kabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari iniKabar Trenggalek - Informasi Berita Trenggalek Terbaru Hari ini
LoginKirim Artikel

74 Polisi di Trenggalek Jalani Ujian Bela Diri, Gagal Bisa Tertunda Naik Pangkat

Sebanyak 74 personel Polres Trenggalek mengikuti ujian bela diri Polri sebagai syarat wajib kenaikan pangkat periode Juli 2026.

Poin Penting

  • Ujian bela diri Polri digelar dua hari di GOR Jwalita Trenggalek.
  • Peserta diuji menghadapi serangan tangan kosong hingga senjata tajam.
  • Nilai ujian menentukan kelolosan kenaikan pangkat anggota Polres Trenggalek.

TRENGGALEK - Suasana GOR Jwalita Trenggalek mendadak penuh teriakan komando dan suara bantingan tubuh. Puluhan anggota Polres Trenggalek tampak serius menjalani ujian bela diri Polri yang menjadi salah satu syarat wajib untuk kenaikan pangkat periode 1 Juli 2026.

Bukan sekadar formalitas, ujian ini jadi penentu apakah anggota layak naik pangkat atau justru harus menunda lebih lama. Total ada 74 personel yang mengikuti tahapan tersebut, mulai dari bintara hingga perwira.

Dalam ujian itu, peserta dituntut menguasai berbagai teknik dasar bela diri Polri. Mulai dari jatuhan, pukulan, tangkisan, tendangan, hingga teknik membawa tahanan.

Tak berhenti di situ, peserta juga diuji kemampuan menghadapi situasi berbahaya tanpa alat. Mereka harus mampu melepas cekikan, menghindari serangan, menghadapi ancaman senjata tajam, sampai simulasi menghadapi todongan pistol.

Materi penggunaan alat seperti tongkat, borgol, dan kopelrim juga ikut diujikan dalam kegiatan yang digelar selama dua hari tersebut.

Kabag SDM Polres Trenggalek, Kompol Sudaroini, mengatakan ujian bela diri menjadi bagian penting dalam proses Ujian Kenaikan Pangkat (UKP), baik untuk jalur reguler maupun pengabdian.

Menurutnya, kemampuan bela diri dibutuhkan anggota Polri saat menghadapi situasi di lapangan yang tak selalu bisa diprediksi.

ADVERTISEMENT

“Ujian ini digunakan sebagai tolok ukur sejauh mana anggota memahami dan menguasai tehnik maupun taktik beladiri Polri yang digunakan untuk mendukung tugas sehari-hari dimana terkadang menjumpai situasi yang mengharuskan anggota menggunakan kemampuan beladiri untuk melumpuhkan pelaku kejahatan maupun kriminalitas,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tidak menganggap ujian tersebut sebagai rutinitas biasa.

“Saya minta semua serius dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga hasilnya bisa maksimal. Karena jika tidak memenuhi indikator yang ditetapkan tidak bisa naik pangkat per 1 Juli 2026 ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubbagbinkar Bag SDM Polres Trenggalek, AKP Suyono, menjelaskan pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua tahap. Hari pertama digunakan untuk latihan penyegaran materi, sedangkan hari kedua difokuskan untuk ujian.

“Sesuai jadwal 2 hari. Hari pertama latihan untuk refresh kembali materi beladiri Polri dan ini sudah kita laksanakan kemarin dan hari ini baru kita laksanakan ujiannya,” katanya.

Dari total peserta, dua orang merupakan perwira berpangkat AKP dan Iptu. Sedangkan sisanya merupakan personel bintara dari berbagai jenjang, mulai Bripda hingga Aipda.

Kabar Trenggalek - Peristiwa

Editor: Zamz