2026 Jadi Tahun Sibuk ULP Trenggalek, Puluhan Proyek Infrastruktur Masuk Tender
Jumlah tender proyek Pemkab Trenggalek melonjak tiga kali lipat pada 2026. Infrastruktur jalan, jembatan, SPAM, drainase hingga destinasi wisata masuk daftar prioritas.
30 Jul 2026 • 14:00 WIB
Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Trenggalek, Suprihadi. KBRT/Zamz
Ringkasan
- Tender proyek 2026 naik tiga kali lipat dibanding tahun lalu.
- Sekitar 20 paket diproyeksikan dilelang hingga akhir tahun.
- Jalan, jembatan, drainase, RSUD, SPAM, dan wisata jadi fokus pembangunan.
TRENGGALEK - Aktivitas lelang proyek pemerintah di Kabupaten Trenggalek mulai menunjukkan geliat. Hingga pertengahan 2026, Unit Layanan Pengadaan (ULP) telah menuntaskan sembilan paket tender dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah hingga sekitar 20 paket sebelum tahun berakhir.
Lonjakan ini menjadi sinyal bahwa pembangunan fisik di Trenggalek mulai bergerak lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Jika sepanjang 2025 hanya ada tiga paket tender, tahun ini jumlahnya meningkat hingga tiga kali lipat.
Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Trenggalek, Suprihadi, mengatakan peningkatan tersebut dipengaruhi bertambahnya proyek infrastruktur dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Advertisement
"Untuk pelaksanaan tender di tahun 2026 ini mengalami peningkatan. Yang sudah kita laksanakan sampai saat ini ada sembilan paket. Dibandingkan tahun 2025 hanya tiga paket," ujar Suprihadi.
Dari paket yang sudah diproses, satu di antaranya merupakan jasa konsultansi, sedangkan delapan lainnya berupa pekerjaan konstruksi.
Dalam waktu dekat, jumlah itu dipastikan bertambah. ULP baru saja menerima pelimpahan tender pembangunan jembatan dari Dinas PUPR dan masih menunggu enam paket lainnya dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (PKPHub) yang kini memasuki tahap finalisasi dokumen teknis.
"Kemudian nanti ditambah lagi yang rencana dari Dinas PKPHub enam paket. Ini masih menunggu perencanaan teknis, mungkin akan segera dilaksanakan tender," katanya.
Suprihadi memperkirakan total paket tender tahun ini bisa mencapai sekitar 20 pekerjaan. Sebagian di antaranya berasal dari proyek yang dibiayai melalui dana pinjaman daerah dan direncanakan mulai dilelang pada akhir 2026 untuk pelaksanaan awal 2027.
"Total itu sekitar 17 sampai mungkin nanti dengan dana pinjaman yang akan dilaksanakan di awal tahun 2027, tendernya direncanakan di akhir tahun. Jadi mungkin sekitar 20-an paket tender," jelasnya.
Sejumlah proyek bernilai besar mulai masuk daftar tender. Di antaranya rehabilitasi Kantor Kecamatan Gandusari, pembangunan dua gedung di RSUD, pembangunan tiga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), pembangunan Jembatan Kembang Sore di Kecamatan Pule, Jalan Usaha Tani, hingga pembangunan jembatan di Kecamatan Munjungan.
Tak hanya itu, proyek drainase juga mulai mendapat perhatian. Pemerintah daerah berencana melelang lima paket pembangunan drainase di kawasan perkotaan, ditambah pembangunan pedestrian dan jogging track sebagai bagian dari program Kota Atraktif.
Menurut Suprihadi, pembangunan drainase menjadi salah satu langkah awal mengurangi persoalan genangan yang selama ini muncul di sejumlah titik kota.
"Itu mungkin salah satu tujuan kita membuat atau memperbaiki adalah menghindari genangan-genangan atau banjir. Mungkin ini bentuk penanganan kita awal," ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa persoalan banjir di Trenggalek tidak bisa diselesaikan melalui satu proyek saja. Penanganannya membutuhkan perencanaan yang berkelanjutan karena aliran air dari berbagai wilayah bermuara ke kawasan timur kota.
"Penanganan banjir di Trenggalek perlu identifikasi terhadap permasalahan-permasalahan secara berkelanjutan," katanya.
Selain infrastruktur dasar, sektor pariwisata juga akan menikmati alokasi proyek dari dana pinjaman daerah. Pemerintah berencana melakukan penataan sejumlah destinasi unggulan seperti Goa Lowo, Pantai Karanggongso, Pantai 360 Prigi, hingga kawasan hutan wisata.
Secara keseluruhan, proyek yang bersumber dari dana pinjaman diperkirakan mencapai 10 hingga 11 paket, terdiri dari enam paket milik Dinas PKPHub dan empat hingga lima paket milik Dinas Pariwisata.
Dengan bertambahnya jumlah tender, aktivitas pembangunan di Trenggalek diperkirakan akan semakin padat pada paruh kedua 2026 hingga memasuki 2027.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement
Artikel Terkait
Misi Pembangunan Jangka Menengah Daerah Trenggalek 2021-2026
Dapat Anggaran dari Pemerintah Pusat, GOR Trenggalek Belum Berikan Manfaat ke Masyarakat
Pemkab Trenggalek Merencanakan Pembangunan, Tapi Data dan SDM-nya Belum Jelas
Masih Ada Hajatan, Bupati Trenggalek Minta Pengawalan PPKM Darurat di Desa-Desa Diperketat