198 Pebulu Tangkis Muda Unjuk Gigi, Trenggalek Mulai Siapkan Generasi Baru untuk Porprov 2027

Sebanyak 198 atlet muda dari 14 klub mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Kabupaten Trenggalek 2026. Ajang ini menjadi bagian dari persiapan menuju Porprov Jatim 2027.

198 Pebulu Tangkis Muda Unjuk Gigi, Trenggalek Mulai Siapkan Generasi Baru untuk Porprov 2027

Bulu tangkis di Trenggalek mulai panasi mesin untuk kejuaraan. KBRT/Zamz

Ringkasan

  • Kejurkab Bulutangkis 2026 diikuti 198 atlet dari 14 klub.
  • PBSI menyiapkan atlet untuk Kejurprov dan Porprov Jatim 2027.
  • Wabup Trenggalek mengapresiasi pembinaan atlet yang tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.

TRENGGALEK Ratusan pebulu tangkis muda memenuhi GOR Nurul Fikri, Kecamatan Gandusari, selama tiga hari terakhir. Mereka bukan sekadar mengejar medali Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Bulutangkis 2026, tetapi juga memperebutkan peluang menjadi bagian dari skuad Trenggalek pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Kejuaraan yang berlangsung sejak 5 hingga 7 Juli 2026 itu diikuti 198 atlet dari 14 klub pembinaan. Seluruh peserta bertanding dalam 22 kelompok umur dan nomor pertandingan, mulai usia dini hingga kelompok usia 17 tahun.

Ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Trenggalek, Rahmanu Arik Bhahtiyar, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi bagian dari proses panjang pembinaan atlet, bukan sekadar agenda tahunan.

Advertisement

"Motivasinya menggelar kejuaraan ini, Trenggalek butuh nama di gelaran Porprov Jatim 2027. Jadi ini kita persiapkan untuk menyambut Kejurprov dan kita persiapkan atlet-atlet kita," kata Arik.

Menurutnya, semangat menggelar kejuaraan tetap dipertahankan meski kondisi anggaran pembinaan olahraga masih terbatas. Besarnya minat masyarakat terhadap bulutangkis menjadi alasan PBSI terus menjaga keberlangsungan kompetisi.

"Yang memotivasi kita, karena keterbatasan dana kita masih menggelar kejuaraan ini, karena di Trenggalek banyak peminat badminton mulai anak dini sampai dengan usia remaja. Karena inilah kita tetap mengadakan setiap tahun, alhamdulillah banyak teman yang suka dan support kegiatan ini," jelasnya.

Berbeda dengan beberapa kejuaraan yang hanya mempertandingkan kategori tertentu, PBSI Trenggalek sengaja membuka 22 kelompok pertandingan. Langkah itu dilakukan agar lebih banyak atlet mendapat pengalaman bertanding sejak usia dini.

Menurut Arik, jam terbang menjadi salah satu modal penting dalam mencetak atlet berprestasi.

"Tidak hanya mengambil beberapa kelompok umur favorit, melainkan 22 kelompok umur yang dipertandingkan. Pembinaan bulutangkis tidak bisa instan. Semakin sering atlet bertanding, semakin besar peluang mereka berkembang dan berprestasi," terangnya.

Kejuaraan tersebut juga mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara, yang hadir menutup rangkaian pertandingan pada Selasa (7/7/2026).

Ia menilai konsistensi PBSI menggelar kompetisi patut diapresiasi karena tetap mampu menjaga pembinaan atlet meski kondisi fiskal daerah belum sepenuhnya ideal.

"Kami sangat mengapresiasi turnamen ini, karena di tengah keterbatasan fiskal salah satu cabor yang cukup banyak menciptakan atlet ini masih bisa membuat kegiatan seperti ini," kata Syah.

Wakil Bupati berharap kejuaraan tersebut tidak berhenti pada perebutan gelar juara, tetapi menjadi awal lahirnya atlet-atlet yang mampu membawa nama Trenggalek bersaing di level yang lebih tinggi.

"Semoga ke depan bisa membawa manfaat yang lebih besar untuk Kabupaten Trenggalek. Kemudian menghasilkan bibit-bibit atlet yang bisa mengharumkan nama Trenggalek juga," harapnya.

Apresiasi serupa disampaikan Wakil Ketua Umum KONI Trenggalek, Adit Suparno. Ia melihat adanya perkembangan positif dalam sistem pembinaan karena seluruh kelompok usia mendapat kesempatan bertanding.

"KONI merasa terima kasih dan merasa bangga terkait Kejurkab tahun 2026 yang dilaksanakan Pengkab PBSI Trenggalek. Ada kemajuan, di antaranya di semua usia, mulai usia dini hingga usia 17 tahun dimainkan semua," ungkap Adit.

Menurutnya, pembinaan yang berjenjang menjadi bekal penting menghadapi Porprov Jawa Timur 2027. Meski persaingan dipastikan tidak mudah, KONI berharap cabang olahraga bulutangkis mampu memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

"Perkembangannya luar biasa meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada. Harapan KONI pada dasarnya dalam Porprov 2027 nanti, Trenggalek bisa bicara. Minimal kalau bisa masuk empat besar meskipun itu sulit karena di bulutangkis itu harus mengalahkan yang di atas kita," ujarnya. 

Ikuti WhatsApp Channel

Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!

Join Channel

Advertisement

Artikel Terkait