Waspada Bencana Susulan, Kenali Ciri-Ciri Daerah Rawan Tanah Longsor
Kabar Trenggalek - Kutho Tempe Kripik Trenggalek sudah memasuki musim penghujan. Mulai hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi, terus mengguyur wilayah Trenggalek beberapa hari terakhir. Masyarakat Trenggalek perlu meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya tanah longsor susulan. Oleh karena itu, kami akan membahas ciri-ciri daerah rawan tanah longsor. Tak jarang, intensitas hujan yang ti...
B
Beni Kusuma
09 Oct 2022 • 16:37 WIB
Kabar Trenggalek - Kutho Tempe Kripik Trenggalek sudah memasuki musim penghujan. Mulai hujan dengan intensitas ringan hingga tinggi, terus mengguyur wilayah Trenggalek beberapa hari terakhir.
Masyarakat Trenggalek perlu meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya tanah longsor susulan. Oleh karena itu, kami akan membahas ciri-ciri daerah rawan tanah longsor.
Tak jarang, intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan bencana, salah satunya adalah tanah longsor. Seperti yang terjadi di Kecamatan Bendungan, tanah longsor menimbun 16 rumah warga Desa Botoputih dengan kerugian yang besar.
Baca: Bencana Lagi: Hujan Deras, 16 Rumah di Botoputih Bendungan di Terjang Longsor
Tentunya kita semua tidak ingin adanya bencana. Namun karena kondisi alam yang serba tidak menentu membuat kita yang tinggal di daerah pegunungan was-was dengan potensi bencana tanah longsor.
Melansir dari laman BPBD Jogja, tanah longsor tidak terjadi begitu saja. Bahkan, proses terjadinya tanah longsor bisa dimulai jauh hari saat musim kemarau.
Saat musim kemarau, air pada lapisan permukaan tanah bagian atas akan menguap. Tanah tersebut menjadi kering dan terdapat rongga-rongga.
Dan saat musim penghujan tiba, rongga-rongga tersebut akan di isi oleh air hujan. Sehingga masa tanah akan meningkat seiring masifnya air yang masuk ke dalam tanah.
Baca: Lokasi Calon Tambang Emas Kampak Trenggalek Longsor
Jika air hujan tersebut menembus sampai lapisan tanah yang kedap air, maka lapisan tanah tersebut akan menjadi bidang gelincir. Sehingga tanah menjadi licin dan tanah pelapukan di atasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng. Meski begitu, kita dapat mengenali daerah yang berpotensi terjadinya tanah longsor.
Ciri-Ciri Daerah Rawan Tanah Longsor:
- Daerah bukit, lereng dan pegunungan dengan kelerengan lebih dari 20 derajat.
- Kondisi lapisan tanah tebal di atas lereng.
- Sistem tata air dan tata guna lahan yang buruk.
- Lereng terbuka atau gundul akibat penebangan pohon secara brutal.
- Adanya retakan pada bagian atas tebing.
- Terdapat mata air atau rembesan air pada tebing yang disertai dengan longsoran kecil.
- Pembebanan yang berlebihan pada lereng seperti adanya bangunan rumah atau sarana lainnya.
Ikuti WhatsApp Channel
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp!
Advertisement