KBRT - Picky eater merupakan fenomena pilih-pilih makanan yang umumnya terjadi pada anak. Anak akan menolak makanan yang disajikan. Hal ini tentunya dapat memicu stres orangtua. Sebab itu diperlukan strategi menghadapi anak yang memiliki kecenderungan picky eater.
Berbagai strategi yang dapat digunakan oleh orang tua untuk membangun rutinitas makan yang baik, memperkenalkan makanan baru dengan teknik dan timing yang tepat, serta menciptakan setting yang menyenangkan untuk meningkatkan keinginan anak untuk mencoba makanan baru.
Berikut strategi lengkapnya dilansir dari buku Strategi Untuk Menghadapi Picky Eaters karya Gekarsa.
Daftar Isi [Show]
Membangun Rutinitas Makan yang Baik
Salah satu langkah pertama yang penting dalam menghadapi picky eaters adalah membangun rutinitas makan yang baik. Rutinitas yang konsisten dapat membantu anak merasa aman dan nyaman saat makan, serta meminimalkan stres yang terkait dengan proses makan.
Orang tua dapat menciptakan rutinitas yang baik dengan menetapkan jadwal makan yang teratur, memilih tempat yang tenang dan bebas gangguan untuk makan, dan melibatkan anak dalam persiapan makanan.
Selain itu, penting juga untuk menciptakan lingkungan yang positif selama makan. Hindari tekanan atau hukuman terkait dengan makanan dan fokuslah pada membangun hubungan yang positif dengan makanan. Anak-anak akan lebih mungkin mencoba makanan baru jika mereka merasa didukung dan diberi dorongan positif oleh orang tua mereka.
Teknik dan Timing Pengenalan makanan baru merupakan langkah penting dalam mengatasi perilaku makan selektif. Namun, pendekatan yang tepat sangatlah penting untuk meningkatkan kesuksesan. Salah satu teknik yang efektif adalah pengenalan makanan secara perlahan dan bertahap.
Mulailah dengan makanan yang memiliki rasa atau tekstur yang mirip dengan makanan yang sudah disukai oleh anak, dan perlahan-lahan tambahkan variasi baru ke dalam diet mereka. Timing juga merupakan faktor kunci dalam pengenalan makanan baru. Cobalah untuk memperkenalkan makanan baru saat anak sedang dalam suasana hati yang baik dan lapar.
Hindari memperkenalkan makanan baru saat anak sedang stres atau terburu-buru, karena hal ini dapat membuat mereka lebih cenderung menolak makanan tersebut. Selain itu, melibatkan anak dalam proses memasak juga dapat meningkatkan minat mereka terhadap makanan baru.
Ajaklah mereka untuk membantu memilih bahan-bahan, memasak, dan menyajikan makanan. Hal ini tidak hanya memberi mereka rasa memiliki terhadap makanan, tetapi juga memberikan pengalaman yang menyenangkan dan mendidik.
Pentingnya Setting yang Menyenangkan
Menciptakan setting yang menyenangkan selama makan juga dapat membantu meningkatkan keinginan anak untuk mencoba makanan baru. Cobalah untuk menciptakan suasana yang santai dan positif di sekitar meja makan. Hindari konflik atau tekanan terkait dengan makanan dan fokuslah pada interaksi sosial yang menyenangkan dengan keluarga. Selain itu, membuat meja makan menjadi tempat yang menarik juga dapat membantu meningkatkan minat anak terhadap makanan.
Seperti menyajikan makanan dalam bentuk yang menarik atau melibatkan anak dalam permainan atau aktivitas yang terkait dengan makanan. Hal ini dapat membuat pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan dan menyenangkan bagi anak-anak.
Dengan menggabungkan pendekatan ini, orang tua dapat membantu mengubah persepsi anak terhadap makanan dan membantu mereka mengembangkan kebiasaan makan yang sehat dan beragam. Ingatlah bahwa proses mengatasi picky eaters membutuhkan kesabaran dan ketekunan, tetapi dengan konsistensi dan dukungan yang tepat, kita dapat membantu anak-anak menemukan kebahagiaan dan keberagaman dalam makanan.
Kabar Trenggalek - Edukasi
Editor:Zamz