KBRT - Memiliki rumah yang tahan terhadap gempa di daerah yang rawan mengalami gempa harus mulai dipikirkan oleh masyarakat Trenggalek, terutama di daerah pesisir. Ancaman adanya bencana alam yang berpotensi terjadi tidak hanya menyiapkan masyarakat bisa menyelamatkan diri tapi juga meminimalisir dampak materiil yang dialami oleh masyarakat.
Salah satu solusi yang dapat dilakukan dengan membangun rumah anti gempa. Rumah anti gempa sendiri berbeda dengan bangunan rumah pada umumnya, mulai dari struktur bangunan, alat dan bahan, hingga sistem yang digunakan untuk tahan terhadap goncangan.
Berikut 3 rekomendasi rumah anti gempa yang cocok dibangun di Trenggalek sebagai salah satu zona merah pada kewaspadaan terhadap bencana alam terutama gempa dan tsunami. Desain dilansir dari buku Rekomendasi Desain Rumah Anti Gempa karya Teddy Iwono, dkk.
Rumah Lantai Satu Anti Gempa
Didesain oleh Ckarvint dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) Rp 155 hingga Rp 170 juta, rumah ini memiliki luas lahan sebesar 120 m2 dan luas bangunan sebesar 82 m2. Rumah tahan gempa menggunakan sistem struktur baja ini akan menahan beban bangunan secara vertikal maupun horizontal yang didukung oleh sistem bracing.
Sistem bracing terlihat di fasad bangunan, yaitu gambar X (ekspos). Bracing juga ditanam di dalam struktur tersebut sehingga tidak akan terlihat serta dilapisi hollow dan gypsum sebagai layar dinding pada bangunan.
Namun, struktur dibuat sedemikian rupa dan didesain dengan 1 lantai yang akan memunculkan kekuatan bangunan dan mampu menahan gaya secara vertikal ataupun horizontal. Ruang yang tersedia di dalam rumah meliputi kamar utama yang menghadap langsung ke halaman rumah dengan tujuan mengutamakan ruang utama dalam rumah ini.
Selain itu, di dalam rumah ini terdapat kamar tidur anak, kamar mandi, kamar pembantu, ruang makan dan ruang tamu yang akan menciptakan keharmonisan dalam penyusunan ruang.
Modern Earthquake House
Didesain oleh Andriono Salvito dengan RAB: Rp 280 hingga Rp 300 juta, rumah ini memiliki luas lahan sebesar 144 m2 dan luas bangunan sebesar 136 m2. Sering terjadinya gempa di wilayah Indonesia membuat banyak bangunan runtuh atau rusak ringan hingga berat ketika bencana gempa itu terjadi. Memang sulit untuk melawan alam.
Namun, cara yang dapat dilakukan hanya dengan merespon alam tersebut. Pada desain yang bertema Modern Earthquake House with Typical Grid, System Structure ini akan menjelaskan bagaimana cara bangunan dapat merespon sebuah goncangan gempa.
Sistem dari bangunan ini terbentuk dari modul-modul massa yang beraturan atau lebih dikenal sistem grid. Sistem grid inilah yang sangat berpengaruh pada ketahanan bangunan tersebut.
Semakin sedikit balok yang tidak menopang pada kolom maka semakin lemah struktur tersebut. Selain struktur, bangunan ini juga menggunakan dinding partisi untuk meringankan beban bangunan tersebut.
Sementara material atap pada bangunan ini menggunakan rangka baja ringan dan penutup atapnya menggunakan genteng keramik. Untuk material lantai menggunakan granit dan kayu parquet.
Felxible Structure
Didesain oleh Christian Purwito dengan RAB Rp 350 juta hingga 380 juta, bangunan rumah ini memiliki luas lahan 165 m2 dan luas bangunan Luas Bangunan 170 m2. Salah satu metode atau konsep dalam merancang suatu desain bangunan rumah tinggal yang tahan terhadap getaran gempa adalah dengan metode pembentukan balok beton fleksibel. Ketika terjadi gempa, struktur balok beton fleksibel itu dibebaskan bergerak.
Namun, lapisan dinding dipertahankan tidak bergerak supaya terhindar dari keretakan. Pada prinsipnya, suatu bangunan atau rumah tinggal yang tahan terhadap getaran gempa tersebut adalah dengan menggunakan material bangunan yang ringan, tetapi kuat.
Logikanya ialah ketika terpaksa harus runtuh akibat adanya getaran gempa, struktur bangunan dari material ringan tersebut tidak akan sampai mencederai, melukai, atau bahkan mematikan penghuninya.
Rumah yang didesain kali ini berada di posisi pojok atau hook dengan lahan berukuran 11 m x 15 m. Desain rumah ini menggunakan balok beton fleksibel. Disebut balok betok fleksibel karena balok beton tersebut akan bebas bergerak walaupun terjadi getaran gempa.
Dengan begitu, prinsip rumah tahan gempa yang menggunakan struktur ringan tetapi kuat ini dapat tercapai. Hal ini juga dimaksudkan agar tampilan rumah tetap modern tanpa melupakan struktur atau ketahanannya terhadap gempa.
Kabar Trenggalek - Sosial
Editor:Zamz