Kabar TrenggalekKabar Trenggalek
Kabar TrenggalekKabar Trenggalek

Press ESC / Click X icon to close

My Account

Mengenal Seni dalam Kognisi dan Ekspresi Anak

  • 21 Mar 2025 15:00 WIB
  • Google News

    KBRT - Seni bukan hanya sekedar hiburan atau aktivitas tambahan bagi anak-anak, itu adalah alat yang kuat yang memainkan peran penting dalam pengembangan kognitif dan ekspresi emosional mereka.

    Seni dapat menjadi jendela yang memperluas pemahaman anak-anak tentang dunia di sekitar mereka, serta menjadi medium yang kuat bagi mereka untuk mengungkapkan diri.

    Dilansir dari buku Kegiatan Seni Yang Sesuai Usia Untuk Bayi Dan Balita karya Gekarsa, peran utama seni dalam kognisi anak-anak dapat dilihat dalam kemampuannya untuk merangsang imajinasi dan kreativitas.

    Saat anak-anak terlibat dalam aktivitas seni seperti melukis, menggambar, atau membuat karya seni tiga dimensi, mereka diberi kebebasan untuk memperluas batas-batas realitas dan mewujudkan ide-ide mereka sendiri.

    Ini membantu memperkuat kemampuan mereka untuk berpikir di luar kotak dan menemukan solusi kreatif untuk masalah. Selain itu, seni juga memainkan peran penting dalam pengembangan bahasa anak-anak.

    Saat mereka menciptakan karya seni, mereka sering kali menggunakan kata-kata dan ungkapan untuk menjelaskan atau menggambarkan ide-ide mereka kepada orang lain. Hal ini membantu meningkatkan kemampuan komunikasi mereka dan memperdalam pemahaman mereka tentang konsep-konsep abstrak seperti warna, bentuk, dan emosi.

    ADVERTISEMENT
    Migunani

    Peran seni dalam ekspresi emosional anak-anak juga tidak boleh diabaikan. Anak-anak sering kali mengalami berbagai macam emosi yang sulit dipahami dan diungkapkan, dan seni memberikan sarana yang aman dan terapeutik bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan mereka.

    Misalnya, seorang anak mungkin mengekspresikan rasa sedih atau marah melalui lukisan atau sketsa, memungkinkan mereka untuk memproses dan mengatasi emosi negatif dengan cara yang konstruktif.

    Tidak hanya itu, seni juga membantu anak-anak membangun keterampilan motorik halus yang penting untuk perkembangan fisik dan koordinasi mereka. Saat mereka memegang pensil, kuas cat, atau memahat bahan seni lainnya, mereka melatih kemampuan motorik halus mereka dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.

    Ini membantu meningkatkan kontrol motorik mereka dan mempersiapkan mereka untuk tugas-tugas yang lebih kompleks di masa depan. Namun, penting untuk diingat bahwa pentingnya seni dalam perkembangan anak tidak hanya terbatas pada manfaat kognitif dan ekspresifnya.

    Seni juga memainkan peran penting dalam membangun rasa identitas anak-anak dan memperkuat rasa harga diri mereka. Ketika mereka melihat karya seni mereka dihargai dan diterima oleh orang lain, ini dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memberi mereka perasaan prestasi yang membanggakan.

    Dengan demikian, melalui pemahaman yang mendalam tentang peran seni dalam kognisi dan ekspresi anak-anak, dapat mengakui betapa pentingnya memberikan anak-anak pengalaman seni yang kaya dan merangsang. Ini bukan hanya tentang membantu mereka tumbuh dan berkembang secara pribadi, tetapi juga tentang membantu mereka menjadi individu yang kreatif, berempati, dan berdaya dalam dunia yang semakin kompleks ini.

    Kabar Trenggalek - Edukasi

    Editor:Lek Zur

    ADVERTISEMENT
    Lodho Ayam Pak Yusuf